Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Mengulik Sejarah Awal Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi, Habiskan Rp 4 Triliun Sebelum Dibangun

mengulik-sejarah-awal-tol-probolinggo–situbondo–banyuwangi,-habiskan-rp-4-triliun-sebelum-dibangun
Mengulik Sejarah Awal Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi, Habiskan Rp 4 Triliun Sebelum Dibangun

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) menjadi salah satu proyek strategis nasional yang dinantikan masyarakat Jawa Timur, khususnya di wilayah Tapal Kuda.

Namun, jauh sebelum alat berat mulai bekerja dan badan jalan tol terbentuk, proyek ini telah melewati proses panjang yang menyita perhatian, terutama dalam hal pembebasan lahan.

Tol Prosiwangi, yang sebelumnya dikenal dengan nama Tol Probowangi, merupakan singkatan dari tiga daerah yang dilintasinya, yakni Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.

Ruas tol ini dirancang sebagai lanjutan jaringan Tol Trans Jawa, yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, mempercepat arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Jawa Timur.

Diawali Pembebasan Lahan Warga

Jauh sebelum konstruksi fisik dilakukan, tahap awal pembangunan tol Prosiwangi dimulai dengan pembebasan lahan milik warga yang terdampak proyek.

Proses ini menjadi fondasi penting, mengingat jalur tol melintasi kawasan permukiman, lahan pertanian, hingga area produktif masyarakat.

Hingga saat ini, pembangunan jalan tol Prosiwangi diketahui masih berlangsung di wilayah Kabupaten Situbondo bagian barat.

Meski demikian, proses persiapan proyek ini sudah berjalan sejak bertahun-tahun lalu, bahkan sebelum pembangunan benar-benar dimulai.

Dana Rp 4 Triliun Habis Sebelum Konstruksi

Menariknya, sebelum satu kilometer pun jalan tol Prosiwangi dibangun, proyek ini tercatat telah menghabiskan dana yang tidak sedikit.

Sekitar Rp 4 triliun telah digelontorkan khusus untuk biaya pembebasan lahan warga yang terdampak.

Dikutip dari laporan ANTARA, PT Jasa Marga menyebutkan bahwa dana talangan yang digunakan untuk proyek tol Prosiwangi difokuskan pada pembayaran ganti rugi tanah, terutama di seksi Probolinggo dan sebagian wilayah Kabupaten Situbondo.

Besarnya dana pembebasan lahan ini mencerminkan luasnya wilayah yang dilalui tol, sekaligus kompleksitas proses pengadaan tanah di kawasan padat aktivitas ekonomi dan pertanian.

Peran Perbankan Nasional

Dalam pembiayaan awal tersebut, sejumlah bank nasional turut ambil bagian. Disebutkan bahwa Bank Mandiri mengambil porsi terbesar, yakni 25 persen dari total pembiayaan, atau setara dengan Rp 1 triliun.

Sementara itu, tiga bank lainnya yang terlibat dalam pembiayaan tol Prosiwangi adalah:


Page 2

  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI)
  • PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

Keterlibatan sejumlah bank besar ini menunjukkan bahwa proyek tol Prosiwangi dinilai memiliki prospek jangka panjang yang strategis, seiring perannya sebagai tulang punggung konektivitas wilayah Tapal Kuda hingga Banyuwangi.

Lanjutan Strategis Tol Trans Jawa

Tol Prosiwangi diproyeksikan menjadi penghubung utama antara kawasan barat dan timur Jawa Timur. Ketika rampung sepenuhnya, ruas ini akan memangkas waktu tempuh, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta membuka akses investasi baru di wilayah Probolinggo, Situbondo, hingga Banyuwangi.

Melihat besarnya dana yang telah digelontorkan sejak tahap awal, tol Prosiwangi menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya soal konstruksi jalan, tetapi juga proses panjang perencanaan dan pengadaan lahan yang menentukan keberhasilan proyek.

Itulah sekilas sejarah awal pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi, proyek lanjutan Tol Trans Jawa yang sejak awal telah menyerap dana triliunan rupiah demi membuka konektivitas baru di ujung timur Pulau Jawa. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) menjadi salah satu proyek strategis nasional yang dinantikan masyarakat Jawa Timur, khususnya di wilayah Tapal Kuda.

Namun, jauh sebelum alat berat mulai bekerja dan badan jalan tol terbentuk, proyek ini telah melewati proses panjang yang menyita perhatian, terutama dalam hal pembebasan lahan.

Tol Prosiwangi, yang sebelumnya dikenal dengan nama Tol Probowangi, merupakan singkatan dari tiga daerah yang dilintasinya, yakni Probolinggo, Situbondo, dan Banyuwangi.

Ruas tol ini dirancang sebagai lanjutan jaringan Tol Trans Jawa, yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas, mempercepat arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan timur Jawa Timur.

Diawali Pembebasan Lahan Warga

Jauh sebelum konstruksi fisik dilakukan, tahap awal pembangunan tol Prosiwangi dimulai dengan pembebasan lahan milik warga yang terdampak proyek.

Proses ini menjadi fondasi penting, mengingat jalur tol melintasi kawasan permukiman, lahan pertanian, hingga area produktif masyarakat.

Hingga saat ini, pembangunan jalan tol Prosiwangi diketahui masih berlangsung di wilayah Kabupaten Situbondo bagian barat.

Meski demikian, proses persiapan proyek ini sudah berjalan sejak bertahun-tahun lalu, bahkan sebelum pembangunan benar-benar dimulai.

Dana Rp 4 Triliun Habis Sebelum Konstruksi

Menariknya, sebelum satu kilometer pun jalan tol Prosiwangi dibangun, proyek ini tercatat telah menghabiskan dana yang tidak sedikit.

Sekitar Rp 4 triliun telah digelontorkan khusus untuk biaya pembebasan lahan warga yang terdampak.

Dikutip dari laporan ANTARA, PT Jasa Marga menyebutkan bahwa dana talangan yang digunakan untuk proyek tol Prosiwangi difokuskan pada pembayaran ganti rugi tanah, terutama di seksi Probolinggo dan sebagian wilayah Kabupaten Situbondo.

Besarnya dana pembebasan lahan ini mencerminkan luasnya wilayah yang dilalui tol, sekaligus kompleksitas proses pengadaan tanah di kawasan padat aktivitas ekonomi dan pertanian.

Peran Perbankan Nasional

Dalam pembiayaan awal tersebut, sejumlah bank nasional turut ambil bagian. Disebutkan bahwa Bank Mandiri mengambil porsi terbesar, yakni 25 persen dari total pembiayaan, atau setara dengan Rp 1 triliun.

Sementara itu, tiga bank lainnya yang terlibat dalam pembiayaan tol Prosiwangi adalah: