Beranda Pendidikan Menjebol Gawang Unas

Menjebol Gawang Unas

0
808

MINGGU depan, tepatnya tanggal 16 April 2012 sampai 19 April 2012 ujian nasional SLTA berlangsung. Kemudian, 23 April 2012 sampai 25 April 2012 unas SLTP. Sebanyak 14.879 peserta didik tingkat SLTA dan 22.637 tingkat SLTP akan berjibaku menghadapi soal-soal ujian nasional.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Semua peserta ujian nasional mengharapkan lulus. Bahkan, semua pemangku kepentingan, guru, kepala sekolah, orang tua, dan Dinas Pendidikan, tidak menghendaki satu pun peserta ujian yang tercecer alias tidak lulus. Bagi pihak-pihak yang sudah siap, tidak ada beban apa pun, bahkan optimistis bisa pass by.

Sebaliknya, bagi yang merasa tidak siap, maka akan merasakan kecemasan yang mendalam; menanggung malu, kredibilitas turun, takut dimutasi, takut dihearing, dan lain-lain Kecemasan yang berlebihan dan sikap over proteksi kepada peserta didik akan mendorong sikap dan perilaku yang aneh-aneh, misalnya berusaha mencari bocoran soal seperti halnya pernah dilakukan (oknum) kepala sekolah di Ngawi, dan contek masal di Gadel, Surabaya.

Sungguh itu perilaku yang tidak terpuji dan mencederai intelektualitas keilmuan. Seratus Persen Bisa! Dalam Permendikbud No. 59/2011 tentang kriteria kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan, dengan mengasumsikan bahwa peserta didik lulus Ujian sekolah, dan hanya mengkonsentrasikan kepada Ujian Nasional, dari pasal (6) dan (7) dapat disarikan sebagai berikut: 1) yang menentukan kelulusan adalah satuan pendidikan, 2) nilai akhir terbangun atas 40% nilai sekolah/madrasah dan 60% nilai ujian nasional, 3) rata-rata semua nilai akhir paling rendah 5,5 dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0.

Hampir semua sekolah/madrasah memberikan nilai sekolah sekurang-kurangnya 70 untuk seluruh mata pelajaran. Nilai itu berkontribusi sebesar 40% atau setara dengan 28 (atau 2,8 dalam skala 0-10). Persoalannya adalah adanya perbedaan nilai yang cukup mencolok antara nilai sekolah dan nilai ujian nasional seharusnya ada keajegan antara kemampuan siswa yang tergambar dalam nilai sekolah dan nilai ujian nasional.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

error: Uppss.......!