Menkominfo Launching B-Diso

0
133

menkominfoBANYUWANGI – Sejak kemarin (9/3), Banyuwangi resmi menjadi kota pertama di Indonesia yang mengimplementasikan konsep digital society. Banyuwangi juga menjadi smart city pertama yang me miliki koneksi terintegrasi dalam pengelolaan kota yang praktis dan efisien. Babak baru Banyuwangi itu ditandai dengan grand launching Banyuwangi Digital Society (B-Diso) oleh Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring dan Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk Arief Yahya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Launching B-Diso itu ditandai dengan pemukulan terbang (rebana) oleh Menkominfo Tifatul Sembiring, Dirut Telkom Arief Yahya, dan Bupati Abdullah Azwar Anas, di lapangan tenis Indoor GOR Tawang Alun, Banyuwangi, siang kemarin. Menteri Tifatul, Dirut Arief Yahya, Bupati Anas, dan sejumlah pejabat, melakukan akses internet kolosal bersama 3.000 pelajar “Banyuwangi dipilih sebagai pilot project digital society karena memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus,” jelas Arief Yahya.

Banyuwangi Digital Society, kata Arief, bertujuan mengantisipasi tumbuh pesatnya Banyuwangi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Untuk mengantisipasi pertumbuhan itu, Telkom telah menyiapkan rencana jangka panjang dengan melengkapi Banyuwangi dengan kemudahan akses internet cepat dan bermacam aplikasi. Dengan di-launching-nya B-Diso, Arief berharap konsep digital society bisa ditiru kota-kota lain di Jawa Timur.

Sehingga, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan terwujud Jatim Digital Society. “Untuk mem berikan kemudahan akses internet cepat, di Banyuwangi saat ini sudah terpasang 1.100 wifi ,” ungkap Arief. Konsep digital society yang di mulai dari Banyuwangi, jelas Arief, dirancang Telkom untuk kota-kota se Indonesia. Realisasi konsep digital society diharapkan mendorong terciptanya Indonesia Digital Network (IDN). “Kedepan, kita targetkan tercipta ekosistemekosistem yang digital friendly,” katanya.

Loading...

Implementasi B-Diso mendapat apresiasi Menkominfo Tifatul Sembiring. Menurut Ti fatul, pemasangan 1.100 wifi me rupakan prestasi luar bisa bagi sebuah kabupaten. Hingga saat ini belum ada ka bupaten di Indonesia yang su dah terpasang 1.000 wifi kecuali Banyuwangi. Karena itu, Tifatul menyerukan masyarakat Banyuwangi agar benar-benar memanfaatkan kemudahan akses internet itu untuk mengukir sejumlah prestasi.

Tifatul mewanti-wanti masyarakat Banyuwangi agar memanfaatkan akses internet cepat itu untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa. “Masalah apa pun bisa diselesaikan secara cepat melalui jaringan internet,” pesannya. Bupati Anas mengatakan, perekonomian terus tumbuh secara berkelanjutan. Salah satu indikatornya adalah kinerja perbankan di Banyuwangi.

Data Bank Indonesia (BI) me nyebutkan, pada 2012 simpanan dana pihak ke tiga (DPK) di perbankan Ba nyu wangi meningkat sekitar 23,5 persen sehingga menjadi Rp 4,2 triliun. Tingkat pertumbuhan simpanan masyarakat di Ba nyuwangi melampaui per tumbuhan rata-rata seluruh Ja tim yang hanya 16 persen. Penyaluran kredit meningkat se kitar 18,5 persen menjadi Rp 5,7 triliun pada 2012. Itu juga lebih tinggi daripada sejumlah kota/kabupaten lain di Jatim.

”Melalui Banyuwangi Di gital Society kami ingin TIK menjadi instrumen untuk meningkatkan daya saing masyarakat yang pada ak hirnya bisa meningkatkan pe ningkatan kesejahteraan warga,” ujar Bupati Anas. Menurut Bupati Anas, teknologi informasi akan didorong menjadi alat percepatan pertum buhan dan pemerataan eko nomi. ”Di Banyuwangi, kami sadar bahwa masa depan hanya akan dimiliki oleh mereka yang menguasai tek nologi informasi. Karena itu, kami menyiapkan infrastruktur teknologi sejak sekarang sebagai bagian dari human investment menuju masyarakat berbasis pengetahuan atau knowledge based society,” katanya.

 Pemkab Banyuwangi terus berikhtiar untuk me wujudkan e-government dengan memanfaatkan TIK dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Melalui B-Diso, telah terapkan e-office. Itu bisa mempercepat pelayanan, sehingga diharapkan bisa menekanbiaya dalam urusan-urusan publik yang ter kait pemerintahan. ”Kami mengembangkan penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik demi memacu kualitas layanan publik secara efektif dan efisien,” tambah mantan anggota DPRRIitu. (radar)

Loading...