sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari 2026 mencapai 1,01 juta kunjungan.
Angka ini meningkat 1,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa secara bulanan terjadi penurunan kunjungan melalui pintu masuk utama sebesar 17,06 persen.
Namun secara tahunan, jumlah wisman tetap menunjukkan tren positif.
Kunjungan tersebut tercatat melalui berbagai pintu masuk utama, meliputi bandar udara internasional, pelabuhan laut internasional, dan pos lintas batas (PLB).
Data ini menjadi indikator penting dalam memantau pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional pada awal 2026.
Selain wisman, BPS juga mencatat perkembangan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus).
Pada Januari 2026, perjalanan wisnus mencapai 102,04 juta perjalanan atau turun 0,93 persen dibandingkan Januari 2025.
Di sektor transportasi, jumlah penumpang kereta api menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Pada Januari 2026, penumpang kereta api mencapai 48,10 juta orang atau naik 10,94 persen secara tahunan.
Penumpang angkutan udara internasional juga meningkat 2,04 persen menjadi 1,77 juta orang.
Sebaliknya, penumpang angkutan udara domestik turun 3,33 persen menjadi 4,92 juta orang.
Penurunan juga terjadi pada angkutan laut domestik sebesar 0,55 persen menjadi 2,61 juta penumpang, serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) yang turun 3,67 persen menjadi 4,29 juta orang.
Dari sisi logistik, angkutan laut domestik mengangkut 37,49 juta ton barang atau turun 1,05 persen.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari 2026 mencapai 1,01 juta kunjungan.
Angka ini meningkat 1,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa secara bulanan terjadi penurunan kunjungan melalui pintu masuk utama sebesar 17,06 persen.
Namun secara tahunan, jumlah wisman tetap menunjukkan tren positif.
Kunjungan tersebut tercatat melalui berbagai pintu masuk utama, meliputi bandar udara internasional, pelabuhan laut internasional, dan pos lintas batas (PLB).
Data ini menjadi indikator penting dalam memantau pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional pada awal 2026.
Selain wisman, BPS juga mencatat perkembangan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus).
Pada Januari 2026, perjalanan wisnus mencapai 102,04 juta perjalanan atau turun 0,93 persen dibandingkan Januari 2025.
Di sektor transportasi, jumlah penumpang kereta api menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Pada Januari 2026, penumpang kereta api mencapai 48,10 juta orang atau naik 10,94 persen secara tahunan.
Penumpang angkutan udara internasional juga meningkat 2,04 persen menjadi 1,77 juta orang.
Sebaliknya, penumpang angkutan udara domestik turun 3,33 persen menjadi 4,92 juta orang.
Penurunan juga terjadi pada angkutan laut domestik sebesar 0,55 persen menjadi 2,61 juta penumpang, serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) yang turun 3,67 persen menjadi 4,29 juta orang.
Dari sisi logistik, angkutan laut domestik mengangkut 37,49 juta ton barang atau turun 1,05 persen.








