Minta Bantuan Kapolres dan PSSI

0
376
BELUM MENYERAH: Moukwelle (kanan) saat masih membela Persewangi dalam kompetisi Divisi Utama musim lalu.

Perjuangan Moukwelle Tuntut Haknya di Persewangi
BANYUWANGI – Sikap tutup mata dan telinga yang ditunjukkan manajemen Persewangi rupanya tidak menghalangi Moukwelle Sylvain terus berusaha mendapatkan haknya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Selain memperkarakan Persewangi ke FIFA, pemain berkebangsaan Prancis itu juga berencana menggunakan tangan PSSI untuk menyelesaikan kasusnya yang kini belum tuntas di Banyuwangi.

Dalam waktu dekat, Moukwelle akan bertolak ke Jakarta. Di ibu kota, dia akan menemui pengurus PSSI untuk mengadukan nasibnya untuk kali kedua kepada organisasi pimpinan Djohar Arifi n Husein tersebut. “Saya ingin ke Jakarta untuk meminta bantuan PSSI atas masalah ini,” katanya.

Menurut Moukwelle, melaporkan manajemen Persewangi ke FIFA dan PSSI merupakan konsekuensi yang harus dijalaninya. Apalagi tim ini menjadi bagian dari kompetisi yang digelar oleh PSSI dan payung resmi FIFA. Maka, segala risiko atas masalah yang muncul sudah sejatinya menjadi bagian masalah dari manajemen.

Selebihnya, selain melaporkan Persewangi ke otoritas sepak bola dunia dan nasional itu. Moukwelle juga siap menempuh jalur dialog. Dalam hal ini, Moukwelle akan meminta Kapolres Banyuwangi untuk memediasi dirinya dengan manajemen. “Aku ingin dialog agar masalah ini cepat selesai,” akunya.

Apakah keinginan Moukwelle melakukan mediasi dengan kapolres ini berarti dia akan menempuh jalur hukum? Secara khusus pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan itu menyatakan tidak. Dia hanya ingin ada penyelesaian terhadap masalah kontrak dan gaji yang masih tertunggak. Kapan? Moukwelle belum bisa memberikan jawaban pasti.

Namun dalam waktu dekat dia berencana akan menemui Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi untuk membicarakan masalah tersebut. Soal dipilihnya kapolres sebagai mediator, dia beralasan sejak kompetisi bergulir, manajemen menjadikan jajaran muspika, khususnya kapolres, sebagai pihak yang diajak mencari solusi atas masalah Persewangi.

Usaha lain sebetulnya pernah dilakukan Moukwelle dengan berusaha menemui Bupati Banyuwangi dan wakilnya. Namun, hingga kini kedua pejabat itu seolah tidak pernah ada di tempat. Moukwelle sampai ini tidak bisa curhat langsung ke kedua pejabat tersebut. “Saya sudah kirim surat bahkan mau ketemu tapi tidak bisa,” katanya. (radar)