Musim Hujan Siap Tidak Tidur, Kemarau Dimarahi Petani

0
1128

Hariyanto


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

HUJAN rintik-rintik mengguyur wilayah Kecamatan Rogojampi. Seorang lelaki mengenakan topi dan kaus lengan panjang motif  garis-garis, tampak sedang sibuk. Lengan kaus yang dikenakan sengaja dilipat, tak terasa hujan  yang mengguyur mulai membasahi seluruh   pakaian dan celana yang dikenakannya.

Kedua tangan lelaki itu, memegangi besi  horizontal yang ada di bendungan. Palang  besi itu terus diputar dengan sekuat tenaga searah jarum jam hingga berulang-ulang.  Sesekali, lelaki itu berhenti sejenak sambi menyeka keringat yang mengalir di dahinya.

Itulah pekerjaan yang dilakoni Hariyanto, salah seorang penjaga palang pintu air di dam sungai Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi. Bapak dua anak itu baru tiga tahun melakoni aktivitasnya sebagai  penjaga palang pintu air di bendungan Desa Gladag.

Meski terkesan sepele, tapi siapa sangka  tugasnya itu memiliki tanggung  jawab besar. Jika palang pintu air itu tidak segera dibuka atau terlalu tinggi membuka, maka berakibat fatal. “Kalau hujan membukanya terlalu lebar,air bisa naik ke rumah-rumah  penduduk,” ungkapnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last