Nabrak Fuso di Pasuruan

  • Bagikan

SEMENTARA itu, dalam perjalanan dari Kota Pasuruan ke Malang, tepatnya di Kebun Raya Purwodadi, pikap yang mereka kendarai menabrak truk Fuso. Usai kecelakaan, ketiganya balik arah. Namun, sesampai di Wonorejo, mereka ber- henti dan meninggalkan mobil itu di tepi jalan raya. Selanjutnya, ketiganya naik taksi menuju Terminal Arjosari Malang, lalu naik bus menuju Jember.

Sampai di Jember, mereka naik kereta api jurusan Stasiun Banyuwangi Baru (Ketapang). Saat sampai di stasiun kereta api Kali Setail, Ke- camatan Sempu, Yazid turun dan pulang ke ru- mahnya di Genteng. “Sedangkan Bayu dan Dimas terus melanjutkan perjalanan sampai akhirnya pada tanggal (26/5) keduanya kita tangkap di Hotel Ganeza di Jalan Subak I 2A, Kota Mataram, Lombok Barat,” ujar Kapolsek Genteng, Kompol Bambang Heru Koeswoto, ketika memimpin rekonstruksi kemarin.

Sementara itu, jalannya rekonstruksi kemarin disaksikan ratusan warga. Mereka ingin melihat langsung bagaimana cara tersangka yang masih muda-muda itu menghabisi nyawa ibu dan anak. Praktis, Jalan Makmur, Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, dipadati warga. Meski siang itu sempat diguyur hujan, warga tak beranjak dari tempatnya.

Seperti pernah diberitakan, kerja keras polisi mengungkap tragedi pembunuhan
ibu dan anak di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Selasa lalu (22/5) membuahkan hasil. Petugas reserse kriminal Polsek Genteng berhasil membekuk pelaku pembunuhan dengan korban Jane Ariswati alias Yeni, 57, dan anaknya, Sherly Kurniawati, 18, di sebuah hotel di Jalan Subak, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelakunya adalah Dimas, 20, dan Bayu, 20, warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. Keduanya pernah bekerja kepada Yeni yang juga juragan kerupuk tersebut. Dimas pernah menjadi sopir pengantar kerupuk, sedangkan Bayu merupakan kernet. Satu lagi pelaku bernama Yazid, warga Sawahan, Genteng Kulon, juga berhasil dibekuk.

Baca :
Orang Tua Lengah, Bocah 2,5 Tahun Nyaris Tewas di Akbar Zoo

Tangal 24 Mei lau, tubuh Yeni dan Sherly, ditemukan tidak bernyawa di gudang rumahnya di Dusun Pandan, Desa Kembiritan. Saat ditemukan, ibu dan anak perempuan tersebut tewas dengan kondisi tubuh menggantung. Tali tampar warna biru menjerat leher kedua korban. Selain itu, kedua kaki dan tangan Sherly terikat tali rafia. Mulut gadis tersebut juga dijerat tali. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: