Nelayan Mulai Kelimpungan

0
304

SEMENTARA itu, rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi membuat kalangan nelayan di pesisir Muncar, Banyuwangi, kelabakan. Sebab, naikknya harga solar sebagai bahan bakar perahu itu dipastikan akan menurunkan penghasilan mereka.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Beberapa nelayan Muncar mengaku, meski harga solar naik, mereka tidak akan meningkatkan harga jual ikan. Jika memaksakan diri menaikkan harga, mereka khawatir ikan hasil tangkapan tidak terserap pasar. Sebab, konsumen telah dibebani kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang lain, seperti beras dan sebagainya.

Solihin, 28, salah satu nelayan Muncar mengakui, selama ini harga ikan tidak tergantung harga BBM. Walaupun harga solar naik, harga ikan tetap stabil. “Harga ikan tergantung sedikit-banyaknya hasil tangkapan para nelayan. Jika sepi tangkapan seperti saat bulan purnama, biasanya harga ikan melonjak. Sebaliknya, jika tangkapan ikan melimpah, harga ikan akan turun drastis,” jelasnya kemarin (20/3).

Loading...

Menurut Solihin, kalau harga jual ikan di tingkat konsumen melambung saat BBM benar-benar naik, itu diprediksi hanya akal-akalan tengkulak. Sebab, harga
ikan di tingkat nelayan stabil “Jadi harapan kami, BBM jangan naik agar nelayan kecil seperti saya ini tidak semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari,” harapnya.

Sementara itu, pantauan wartawan koran ini di Pasar Ikan Muncar menyebutkan, harga ikan memang cenderung stabil sejak beberapa hari terakhir. Ikan lemuru, misalnya, para pedagang melego seharga Rp 7 ribu per kilogram (Kg). Pun demikian dengan harga beberapa jenis ikan yang lain. Harga ikan bawal, kakap putih, dan cumi, yang masingmasing dipasarkan seharga Rp 25 ribu, Rp 15 ribu, dan Rp 25 ribu per Kg.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2