Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Nelayan Pancer Banyuwangi Tewas Dihantam Ombak di Perairan Pulau Bedil, Perahu Terbalik Diterjang Angin Kencang

nelayan-pancer-banyuwangi-tewas-dihantam-ombak-di-perairan-pulau-bedil,-perahu-terbalik-diterjang-angin-kencang
Nelayan Pancer Banyuwangi Tewas Dihantam Ombak di Perairan Pulau Bedil, Perahu Terbalik Diterjang Angin Kencang

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nasib tragis menimpa seorang nelayan asal Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Sugiyanto (57) ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan laut di perairan sekitar Pulau Bedil, Rabu malam (18/2/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Kamis pagi (19/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Jenazahnya ditemukan terpisah dari perahu miliknya yang sebelumnya terbalik akibat dihantam ombak besar dan angin kencang.

Berangkat Melaut Seorang Diri

Komandan Pos TNI AL (Danposal) Pancer, Suripto, menjelaskan insiden memilukan itu bermula saat korban berangkat melaut seorang diri pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

untag-3259899717.jpeg

Sugiyanto diketahui menggunakan perahu miliknya bernama Cahaya Lestari untuk mencari ikan di sekitar perairan Pulau Bedil.

“Korban berangkat melaut seorang diri sejak Rabu sore,” ujarnya.

Namun, sekitar pukul 20.00 WIB, cuaca di perairan tersebut memburuk. Ombak besar disertai angin kencang diduga menyebabkan perahu korban kehilangan kendali hingga akhirnya terbalik.

Perahu Ditemukan Terbalik

Perahu Cahaya Lestari pertama kali ditemukan dalam kondisi terbalik oleh seorang nelayan bernama Sundik (47) pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

“Saat saksi akan pulang, ia melihat ada perahu dalam kondisi terbalik. Ia kemudian menyampaikan ke rekan-rekan di pelabuhan,” tutur Suripto.

Sekitar pukul 06.00 WIB, para nelayan di pelabuhan berhasil mengidentifikasi bahwa perahu tersebut milik Sugiyanto. Setelah dikonfirmasi kepada pihak keluarga, diketahui korban belum kembali sejak berangkat melaut sehari sebelumnya.

Para nelayan bersama aparat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi perahu ditemukan.


Page 2

“Kami mendapat laporan insiden ini, selanjutnya bersama petugas lain ikut melakukan pencarian,” tambah Suripto.

Ditemukan Meninggal Dunia

Upaya pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 09.00 WIB. Sugiyanto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi perahu terbalik.

Korban mengalami luka pada bagian wajah yang diduga akibat benturan keras saat perahunya dihantam ombak dan badai.

“Korban kemudian dibawa ke pinggir, dan diantar ke rumah duka,” cetus Suripto.

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Dipastikan Kecelakaan Laut

Kapolsek Pesanggaran, Maskur, memastikan bahwa kematian korban murni akibat kecelakaan laut.

Hal tersebut diperkuat hasil pemeriksaan medis dari petugas Puskesmas Sumberagung yang tidak menemukan tanda-tanda kekerasan selain luka akibat benturan.

“Keluarga korban sudah menerima musibah tersebut. Korban selanjutnya dimakamkan,” pungkasnya.

Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi nelayan tradisional untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama saat melaut seorang diri.

Perairan selatan Banyuwangi dikenal memiliki karakter ombak tinggi, terlebih saat angin kencang melanda pada malam hari. Aparat mengimbau para nelayan agar selalu memantau kondisi cuaca sebelum melaut serta mengutamakan keselamatan.

Tragedi yang menimpa Sugiyanto menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Dusun Pancer. Sosoknya dikenal sebagai nelayan ulet yang telah bertahun-tahun menggantungkan hidup dari hasil laut.

Kini, keluarga hanya bisa menerima takdir pahit tersebut dengan tabah. (sas/sgt)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nasib tragis menimpa seorang nelayan asal Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Sugiyanto (57) ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan laut di perairan sekitar Pulau Bedil, Rabu malam (18/2/2026).

Korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Kamis pagi (19/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Jenazahnya ditemukan terpisah dari perahu miliknya yang sebelumnya terbalik akibat dihantam ombak besar dan angin kencang.

Berangkat Melaut Seorang Diri

Komandan Pos TNI AL (Danposal) Pancer, Suripto, menjelaskan insiden memilukan itu bermula saat korban berangkat melaut seorang diri pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

untag-3259899717.jpeg

Sugiyanto diketahui menggunakan perahu miliknya bernama Cahaya Lestari untuk mencari ikan di sekitar perairan Pulau Bedil.

“Korban berangkat melaut seorang diri sejak Rabu sore,” ujarnya.

Namun, sekitar pukul 20.00 WIB, cuaca di perairan tersebut memburuk. Ombak besar disertai angin kencang diduga menyebabkan perahu korban kehilangan kendali hingga akhirnya terbalik.

Perahu Ditemukan Terbalik

Perahu Cahaya Lestari pertama kali ditemukan dalam kondisi terbalik oleh seorang nelayan bernama Sundik (47) pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

“Saat saksi akan pulang, ia melihat ada perahu dalam kondisi terbalik. Ia kemudian menyampaikan ke rekan-rekan di pelabuhan,” tutur Suripto.

Sekitar pukul 06.00 WIB, para nelayan di pelabuhan berhasil mengidentifikasi bahwa perahu tersebut milik Sugiyanto. Setelah dikonfirmasi kepada pihak keluarga, diketahui korban belum kembali sejak berangkat melaut sehari sebelumnya.

Para nelayan bersama aparat langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi perahu ditemukan.