Nelayan yang Hilang Ditemukan tak Bernyawa

0
260


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Mengapung 1 Km dari Bibir Pantai

BLIMBINGSARI – Sulhan, 50, nelayan asal Dusun Krajan, Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari, ditemukan anggota TNI AL dan tim search dan rescue (SAR) meninggal dengan tubuh terapung di perairan Glondong, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari kemarin (19/2).

Nelayan ini sejak Sabtu (18/2) dinyatakan hilang saat mencari ikan dengan menebar jaring di perairan sekitar  lokasi di temukan tersebut. “Pada Sabtu sore (18/2) ada laporan nelayan hilang, kita langsung melakukan  pencarian,” terang Komandan Pos TNI AL Blimbingsari, Lettu Laut (P) Sugianto.

Saat ditemukan, terang dia, jenazah korban ini terapung dengan posisi telungkup yang berjarak sekitar satu kilometer dari bibir pantai. “Kondisi tubuh korban masih  utuh, tas ransel masih ada di tubuh korban,” terangnya. Sebelum menemukan jenazah  korban itu, terang dia, pihaknya melakukan penyisiran mulai pukul 07.30.

Sekitar dua jam mengobok-obok  perairan di tempat sekitar korban mencari ikan, ada jenazah mengapung. “Setelah kita dekati, ternyata jenazah  korban yang hilang,” jelasnya. Jenazah yang ditemukan itu, lanjut dia, langsung dievakuasi dengan  dinaikkan ke perahu karet yang  dinaiki. Selanjutnya, dibawa ke Pus- kesmas Rogojampi dengan mobil  ambulans.

“Keluarga korban menyadari kalau ini murni kecelakaan, dan tidak berkenan di otopsi,” terangnya. Menurut Sugianto, korban ini  pada Sabtu pagi (18/2) mencari ikan bersama temannya, Saleh,  55, warga Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari. Keduanya menebar jaring di sekitar Pantai Glondong, Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari.

“Tidak naik  perahu,” jelasnya. Saat menebar jaring itu, keduanya berpencar. Korban menebar jaring  di sisi utara, sedang Saleh menebar  di sisi pantai sebelah selatan dengan jarak sekitar 100 meter. Baru pada pukul 09.00, Saleh mengambil ikan hasil jaringan. Saat itu, dilihat korban sudah tidak ada.

“Saleh  mengira korban sudah pulang  dulu,” katanya. Sebelum pulang ke rumahnya, Saleh mencoba mencari korban di  rumahnya. Tapi saat itu, juga tidak  ada. Malahan, sampai sore korban ini juga tidak pulang. “Baru pada  pukul 16.30, kami mendapat laporan  dari aparat Desa Watukebo dan keluarga korban kalau ada warga  yang hilang saat mencari ikan, dan  kami langsung menerjunkan perahu untuk melakukan penyisiran,’’  ungkap Komandan Pos AL Blimbingsari, Lettu Laut (P) Sugianto.

Pencarian yang dilakukan Sabtu petang (18/2) hingga pukul pukul  19.00 itu tidak membuahkan hasil.  Malam itu pencarian dihentikan karena ombak tinggi dan angin besar. Baru pada Minggu pagi  (19/2), pencarian dilanjutkan. Upaya pencarian di hari kedua  itu membuahkan hasil. Korban  berhasil ditemukan sudah meninggal  di perairan dengan jarak sekitar  satu kilometer dari bibir pantai.

“Dari hasil pemeriksaan medis tidak  ada tanda kekerasan atau penganiayaan, ini murni kecelakaan laut,’’ cetus Kapolsek Rogojampi, Kompol  Toha Choiri. (radar)

Loading...