Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tol Gilimanuk–Mengwi Ditargetkan Beroperasi 2029, Komisi V DPR Kawal Proyek dan Reklamasi Pantai Kuta–Legian–Seminyak

tol-gilimanuk–mengwi-ditargetkan-beroperasi-2029,-komisi-v-dpr-kawal-proyek-dan-reklamasi-pantai-kuta–legian–seminyak
Tol Gilimanuk–Mengwi Ditargetkan Beroperasi 2029, Komisi V DPR Kawal Proyek dan Reklamasi Pantai Kuta–Legian–Seminyak

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proyek strategis nasional di Pulau Dewata kembali menjadi sorotan.

Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi yang masih dalam tahap perencanaan diproyeksikan menjadi solusi kemacetan Bali dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.

Sementara itu, proyek reklamasi Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak ditargetkan rampung pada November 2026 untuk menanggulangi abrasi sekaligus mempercantik kawasan wisata.

Hal tersebut terungkap dalam kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke Provinsi Bali.

Kunjungan ini bertujuan menilai progres pembangunan, mengidentifikasi hambatan, serta mendorong percepatan proyek demi kepentingan masyarakat dan sektor pariwisata Bali.

Tol Gilimanuk–Mengwi Masih Tahap Perencanaan

Dalam peninjauan tersebut, Komisi V DPR RI mencatat bahwa proyek Tol Gilimanuk–Mengwi masih berada pada tahap perencanaan.

Proses review dokumen readiness criteria dan lelang pemilihan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, operasional fungsional tol ini diproyeksikan dapat dimulai pada 2029.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan pentingnya proyek tersebut bagi Bali.

“Kami menilai tol ini sangat penting untuk memecah kemacetan di jalur utama Pulau Bali, karena perlu diseriusi,” ujar Lasarus, seperti dilansir dari laman DPR, Minggu (22/2/2026).

Tol Gilimanuk–Mengwi diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas dari barat ke tengah Bali, memangkas waktu tempuh, serta meningkatkan distribusi logistik dan mobilitas wisatawan.

Solusi Kemacetan dan Penguatan Pariwisata

Selama ini, jalur utama Bali kerap mengalami kepadatan, terutama pada musim liburan dan hari besar keagamaan.

Dengan kehadiran tol tersebut, arus kendaraan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju kawasan wisata dan pusat pemerintahan di Mengwi diproyeksikan lebih lancar.


Page 2

Selain memperkuat konektivitas, proyek ini juga dinilai akan mendukung pemerataan pembangunan di Bali bagian barat yang selama ini relatif tertinggal dibanding wilayah selatan.

Komisi V menegaskan akan terus mengawal proses perencanaan agar tidak berlarut-larut dan dapat segera masuk tahap konstruksi sesuai target waktu.

Reklamasi Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak Ditargetkan Rampung November 2026

Selain tol, perhatian Komisi V juga tertuju pada proyek reklamasi dan penataan pantai di kawasan wisata unggulan Bali, yakni Pantai Kuta, Pantai Legian, dan Pantai Seminyak.

Proyek ini dilakukan melalui pengisian pasir (sand nourishment) dan pemasangan breakwater untuk menanggulangi abrasi sepanjang 5,3 kilometer.

Reklamasi tersebut tidak hanya bertujuan memperindah kawasan wisata, tetapi juga sebagai langkah mitigasi risiko bencana akibat abrasi yang terus menggerus garis pantai.

Proses reklamasi ditargetkan selesai pada November 2026.

“Komisi V akan terus memantau progres, mendorong percepatan proyek strategis, dan memastikan semua berjalan sesuai target demi kesejahteraan masyarakat Bali dan kelancaran sektor pariwisata,” tambah Lasarus.

Komitmen Kawal Proyek Strategis Nasional

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Komisi V DPR RI dalam mengawal pembangunan infrastruktur strategis di daerah. Pengawasan dilakukan agar proyek tol dan reklamasi pantai tidak hanya berjalan sesuai perencanaan, tetapi juga tepat waktu serta memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Bagi Bali, dua proyek ini memiliki arti penting. Tol Gilimanuk–Mengwi menjadi solusi jangka panjang persoalan kemacetan dan konektivitas. Sementara reklamasi Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak menjadi langkah konkret menjaga daya tarik wisata sekaligus perlindungan pesisir dari ancaman abrasi.

Dengan target operasional tol pada 2029 dan rampungnya reklamasi pada 2026, Bali diharapkan semakin siap menyongsong pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan dan infrastruktur yang lebih modern. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proyek strategis nasional di Pulau Dewata kembali menjadi sorotan.

Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi yang masih dalam tahap perencanaan diproyeksikan menjadi solusi kemacetan Bali dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.

Sementara itu, proyek reklamasi Pantai Kuta, Legian, dan Seminyak ditargetkan rampung pada November 2026 untuk menanggulangi abrasi sekaligus mempercantik kawasan wisata.

Hal tersebut terungkap dalam kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke Provinsi Bali.

Kunjungan ini bertujuan menilai progres pembangunan, mengidentifikasi hambatan, serta mendorong percepatan proyek demi kepentingan masyarakat dan sektor pariwisata Bali.

Tol Gilimanuk–Mengwi Masih Tahap Perencanaan

Dalam peninjauan tersebut, Komisi V DPR RI mencatat bahwa proyek Tol Gilimanuk–Mengwi masih berada pada tahap perencanaan.

Proses review dokumen readiness criteria dan lelang pemilihan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, operasional fungsional tol ini diproyeksikan dapat dimulai pada 2029.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan pentingnya proyek tersebut bagi Bali.

“Kami menilai tol ini sangat penting untuk memecah kemacetan di jalur utama Pulau Bali, karena perlu diseriusi,” ujar Lasarus, seperti dilansir dari laman DPR, Minggu (22/2/2026).

Tol Gilimanuk–Mengwi diharapkan menjadi tulang punggung konektivitas dari barat ke tengah Bali, memangkas waktu tempuh, serta meningkatkan distribusi logistik dan mobilitas wisatawan.

Solusi Kemacetan dan Penguatan Pariwisata

Selama ini, jalur utama Bali kerap mengalami kepadatan, terutama pada musim liburan dan hari besar keagamaan.

Dengan kehadiran tol tersebut, arus kendaraan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju kawasan wisata dan pusat pemerintahan di Mengwi diproyeksikan lebih lancar.