BANYUWANGI, KOMPAS.com – Sebuah aksi penganiayaan berat menimpa seorang pria bernama Sutris (45) yang terjadi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (9/1/2026).
Sutris dibacok tetangganya sendiri, Supri (47) hingga mengalami luka robek di leher setelah ditebas menggunakan sabit.
Kapolsek Glenmore, AKP Budi Hermawan mengatakan, kejadian bermula saat Sutris mendatangi rumah Supri yang sedang tidur dengan niat meminta klarifikasi.
Sambil berteriak, Sutris menendang pintu kamar dan menantang Supri dengan kata-kata bernada ancaman yang kemudian memicu emosi Supri hingga keluar rumah dan mengambil senjata tajam jenis sabit yang berada di atas meja.
Baca juga: Debt Collector Ditangkap Usai Aniaya Wanita di Gresik hingga Jari Bengkok
“Keduanya kemudian terlibat cekcok mulut di teras rumah. Saat itu korban sempat mencekik leher tersangka, sehingga pelaku langsung mengayunkan sabit ke arah leher korban satu kali,” terang Budi.
Akibat sabetan tersebut, leher bagian kiri Sutris mengalami luka robek serius. Meski terluka, korban masih sempat menjambak rambut tersangka dan terjadi pergumulan hingga sabit terjatuh.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera datang melerai dan mengamankan situasi.
“Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Husada (RSBH) Krikilan untuk mendapatkan perawatan medis,” jelasnya.
Baca juga: Sekdes di Wonosobo Aniaya Rekan Kerja Pakai Prasasti Keramik, Korban Pingsan Bersimbah Darah
AKP Budi menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara, motif penganiayaan diduga dipicu persoalan lama antara korban dan pelaku terkait permasalahan usaha ternak sapi.
Sutris merasa jengkel karena Supri diduga menjelek-jelekkan dirinya kepada tetangga dan warga sekitar.
“Korban merasa dirugikan karena pelaku menyebarkan informasi bahwa selama tiga tahun merawat sapi milik korban hanya dibayar Rp 300.000 yang membuat korban kehilangan kepercayaan dari warga saat hendak membangun usaha,” ujarnya.
Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap motif dan kronologi lengkap kejadian tersebut. Sementara pelaku telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang








