Nilai Saham Pemkab Bisa Meroket

0
378

nilaiBANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi akhirnya buka suara menyikapi sentilan legislatif terkait hibah yang diberikan PT. Merdeka Serasi Jaya. Pihak pemkab menyatakan, pemberian hibah oleh perusahaan pengelola tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, tersebut tidak bertentangan dengan satu pun perundang-undangan yang berlaku.

Terkait pertanyaan dewan mengenai kecilnya hibah berupa 10 ribu lembar saham senilai Rp 10 miliar, pemkab menjelaskan bahwa sampai saat ini PT. Merdeka Serasi Jaya belum melakukan eksploitasi emas. Jika perusahaan sudah berproduksi, maka nilai saham akan meroket. Sehingga, secara otomatis 10 ribu lembar saham atau setara sepuluh per sen tersebut ikut melesat naik.

Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkab Banyuwangi, Yudi Pramono mengatakan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2012, pemerintah boleh menerima hibah dari BUMN, BUMD, dan masyarakat “Kita juga punya peraturan daerah (perda) bantuan pihak ketiga, yakni berupa wakaf atau hibah,” ujarnya kemarin (17/9). Selain itu, Pemkab Banyuwangi memiliki perda investasi daerah, yakni Perda Nomor 7 Tahun 2007 tentang penyertaan modal.

“Jadi, tidak ada aturan yang ditabrak terkait hal ini. Terkait deviden, hitungannya akan ditentukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Itu sesuai UU Nomor 40 Tahun 2007,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi, Slamet Karyono mengatakan, sebelum menerima hibah dari PT.

Merdeka Serasi Jaya tersebut, Pemkab Banyuwangi telah berkonsultasi ke berbagai instansi yang berkompeten, diantaranya Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Tidak hanya itu, pihak pemkab juga berkonsultasi ke PT. Bahana Sekuritas. Di katakan, PT. Bahana Sekuritas merupakan konsultan keuangan negara.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Tertinggi di Kawasan Timur Jawa, Bank Indonesia: Ekonomi Banyuwangi 2019 Tumbuh 5,86%