Ogah Banding, Jagal Puspan Terima Vonis

0
401

BANYUWANGI – Sehari setelah vonis dibacakan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, kemarin (14/3) WEW alias BW, 17, menyatakan tidak akan banding. Remaja asal Wonosobo, Jawa Tengah, yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan Bayu Permadi, warga Puspan, Rogojampi, itu menyatakan menerima hukuman yang dijatuhkan hakim. Majelis hakim mengganjar WEW delapan tahun penjara. Penasihat hukum WEW, Tomi Yudianto SH mengakui, kliennya menerima putusan tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebab, selama proses persidangan, apa yang dilakukan remaja tersebut telah terbukti. “Jadi, sudah sesuai perbuatan yang terdakwa lakukan. Jadi, tidak ada niat menolak putusan tersebut,” ujarnya kemarin. Selain itu, terdakwa juga terbukti melanggar Pasal 340 KUHP seperti yang didakwakan jaksa penuntut umum.

“Untuk Pasal 362 KUHP, WEW alias BW juga terbukti,” cetusnya. Tomi menambahkan, dibandingkan vonis untuk terdakwa kasus pembunuhan juragan emas beberapa waktu lalu, vonis untuk WEW jauh lebih ringan. Dakwaan dua pasal hanya divonis delapan tahun.

Loading...

“Terdakwa pembunuhan juragan emas, satu pasal divonis 11 tahun,” imbuhnya.
Yang membedakan kedua kasus tersebut, kata Tomi, WEW alias BW masih di bawah umur. “Meskipun kasusnya besar, yakni pembunuhan, dan didakwa dua pasal sekaligus, tapi terdakwa tergolong anak-anak,” jelas pengacara tersebut.

Diberitakan sebelumnya, dalam sidang tertutup kasus pembunuhan Bayu Permadi, 18, warga Dusun Puspan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Selasa lalu (13/3), majelis hakim PN Banyuwangi membacakan vonis. Hakim menyatakan terdakwa WEW alias BW terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Dia pun dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2