OGOH-OGOH Digarap Tujuh Hari Full

0
761

ogohMENJELANG Hari Raya Nyepi, umat Hindu di Banyuwangi selalu membuat ogoh-ogoh. Hal itu juga dilakukan Juri, warga Dusun Kaligesing, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Umat Hindu setempat membuat sebuah ogoh-ogoh be rukuran besar. Ogoh-ogoh tersebut dibuat oleh Dian, warga Dusun Sembulung, Desa/Kecamatan Cluring. Dian menuturkan, untuk membuat sebuah ogoh-ogoh be sar dari spons tersebut, biasanya membutuhkan wak tu tujuh hari.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Tapi mengerjakannya harus setiap hari full. Kalau disambi yang lain, ya bisa setengah bu lan,” tuturnya seraya menyebutkan bahwa dia juga mem buat ogoh-ogoh di Kecamatan Cluring. Sementara itu, Juri menuturkan bahwa dana pembuatan ogoh-ogoh tersebut berasal dari iuran umat di se kitar pura di dusun setempat. “Iurannya ada yang lima ribuan, dan ada juga yang dari donatur,” ujarnya.

Juri menyebutkan, pada Hari Raya Nyepi biasanya 16 pura di Kecamatan Tegalsari akan membuat ogoh-ogoh masing-masing satu buah. “Tapi ada juga yang membuat dua ogoh-ogoh,” ujarnya. Semua ogoh-ogoh tersebut akan diarak dari masing- masing pura menuju lapangan sepak bola di Sum beragung, Kecamatan Tegalsari. “Nanti ogoh-ogoh yang merupakan simbol angkara murka tersebut akan dibakar di lapangan,” tandasnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last