Olahraga Dirgantara mulai Diminati

  • Bagikan
PARALAYANG: Seorang atlet mencoba terbang di Pantai Boom Banyuwangi
kemarin.

BANYUWANGI – Denyut pembinaan dan kelangsungan olahraga di Banyuwangi boleh dikatakan cukup dinamis. Hal ini pula yang mengilhami olahraga paralayang yang mulai memperkenalkan diri hadir di Bumi Blambangan.

Salah satu cabang olahraga terbang bebas ini mulai mendapat sinyal untuk hidup berdampingan dengan olahraga lainnya Itulah yang dilakukan Harris Effendie, warga Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi.

Pelaku olahraga paralayang ini mulai memperkenalkan olahraga ini kepada masyarakat Banyuwangi di kawasan Pantai Boom kemarin. “Di daerah lain para- Olahraga Dirgantara mulai Diminati PARALAYANG:

Seorang atlet mencoba terbang di Pantai Boom Banyuwangi kemarin. GALIH COKRO/RaBa layang sudah jadi olahraga, hobi, bahkan aset pendukung promosi wisata,” terangnya. Dalam pelaksanannya, paralayang dapat tidak ubahnya seperti sebuah prototype pesawat sederhana.

Parasut atau pesawat inilah yang kemudian membawa manusia sebagai plitnya lepas landas dan mendarat menggunakan kaki penerbang. Umumnya, olahraga ini dilaksanakan di lereng bukit atau gunung dan pantai dengan memanfaatkan angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut ini melayang tinggi ke langit.

“Pokoknya asyik deh,” ujar Harris. Untuk di Banyuwangi, boleh jadi masyarakat masih awam tentang olahraga ini. Namun Harris mengaku optimistis suatu saat paralayang bisa berkembang di kota kelahirannya. Apalagi Banyuwangi memiliki tekstur kawasan yang cukup mendukung perkembangan salah satu olahraga dirgantara ini.

Bahkan, demi kelangsungan dan perkembangan paralayang, Harris berencana akan melakukan survey lokasi di Banyuwangi yang potensial untuk olahraga ini. “Sejauh ini baru ada tiga titik yakni Pantai Boom, Watudodol, dan bukit di Kluncing yang bisa digunakan,” ujarnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: