Ormas Dukung Penutupan

0
594

Targetkan Banyuwangi Bersih dari Prostitusi


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Penutupan sejumlah lokalisasi pekerja seks komersial (PSK) tampaknya sudah menjadi harga mati bagi pemerintah daerah. Bupati Abdullah Azwar Anas mulai tahun ini akan menutup operasional lokalisasi pelacuran secara bertahap. Kebijakan tegas yang diambil Bupati Anas itu merupakan keputusan bersama dengan forum pimpinan daerah (forpimda).

Pada Senin (27/8) lalu, forpimda menggelar pertemuan di Restoran Plengkung untuk memantapkan keputusan bersama tersebut. Dalam pertemuan itu, semua anggota forpimda sepakat menutup sejumlah lokalisasi secara bertahap. Pertemuan forpimda di Restoran Plengkung itu ditindaklanjuti dengan pertemuan pemerintah daerah bersama sejumlah pimpinan ormas keagamaan Selasa (29/8) kemarin.

Pertemuan itu dihadiri pengurus MUI, NU, Mu ham madiyah, Al-Irsyad, Al-Khairiyah, LDII, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Da lam pertemuan itu, semua pimpinan ormas keagamaan sepakat mendukung penutupan su dah dilakukan secara bertahap dan tidak dilakukan secara tiba-tiba. Dalam kurun waktu 1,5 tahun, pemerintah dae rah su dah mengucurkan ang garan un tuk melakukan pem berdayaan PSK di lokalisasi.

Program pemberdayaan PSK se lama 1,5 tahun itu berdampak luas terhadap keberadaan PSK di lokalisasi. Awalnya, jumlah PSK mencapai 600 orang lebih dan saat ini jumlahnya hanya 100 orang. “Proses penutupan itu kita mulai dengan dialog dan program pemberdayaan,” te gas Anas. Karena itu, lanjut dia, saat ini pemerintah daerah secara ber tahap akan melaksanakan pe nutupan. Lokalisasi yang peng huninya sedikit akan menlokalisasi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2