Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Paceklik Mencekik, Peternak Lebah Alasbuluh Ramai-ramai Jual Koloni Demi Bertahan Hidup

paceklik-mencekik,-peternak-lebah-alasbuluh-ramai-ramai-jual-koloni-demi-bertahan-hidup
Paceklik Mencekik, Peternak Lebah Alasbuluh Ramai-ramai Jual Koloni Demi Bertahan Hidup

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Derita peternak lebah madu di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, kian memuncak. Musim paceklik yang berkepanjangan membuat para peternak kelimpungan mencari modal, hingga akhirnya memilih langkah pahit: menjual koloni lebah yang selama ini menjadi tumpuan hidup.

Sedikitnya delapan peternak lebah madu di desa tersebut dilaporkan ramai-ramai melepas sebagian ternaknya. Kekurangan modal untuk membeli pakan menjadi alasan utama. Salah satunya dialami Abdul Razak (37), warga Dusun Krajan I, Desa Alasbuluh, yang mengaku sudah berada di ujung tanduk.

Di tengah sulitnya kondisi, Razak terpaksa memutar otak demi menjaga lebahnya tetap hidup. Jika biasanya lebah diberi pakan sirup gula, kini ia harus menurunkan standar pakan karena tak lagi mampu membeli gula.

“Biasanya nyirup pakai gula. Karena sudah tidak mampu beli gula, akhirnya alternatifnya pakai permen mint yang dicor,” ujar Razak kepada Jurnalnews, Selasa (20/1/2026).

Langkah itu hanya solusi darurat. Untuk menekan pengeluaran, Razak berencana menjual 10 kotak koloni dari total 70 kotak yang masih ia miliki. Keputusan tersebut diambil dengan berat hati, mengingat usaha lebah madu telah digelutinya selama 22 tahun.

“Awalnya saya merintis cuma 10 kotak. Pernah punya sampai 175 kotak sekitar tahun 2016. Setelah itu terus menurun karena dijual satu per satu. Sekarang ini rencananya jual lagi 10 kotak supaya pengeluaran bisa berkurang,” ungkapnya lirih.

Razak mengaku, bila kondisi ini terus berlanjut tanpa bantuan, kebangkrutan tinggal menunggu waktu. Ia harus bertahan hingga musim bunga randu tiba, yang diperkirakan baru mulai akhir April mendatang.

“Kalau dipaksakan terus, bisa bangkrut. Harus nunggu musim bunga randu, itu pun masih lama,” tambahnya.

Para peternak lebah di Alasbuluh kini hanya bisa berharap uluran tangan pemerintah. Mereka mendambakan bantuan permodalan agar usaha lebah madu yang telah menjadi mata pencaharian turun-temurun ini tidak benar-benar tumbang di tengah musim paceklik yang kejam. (Venus Hadi)