Pakai Kantong Darah Kedaluwarsa, PMI Dilaporkan Ombudsman

0
1650

kantong-darah


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Gonjang-ganjing melanda Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi. Gara-gara pernah menggunakan kantong darah kedaluwarsa, lembaga tersebut dilaporkan  ke Ombudsman RI. Pelapornya adalah Tasiyana Muschin, 42, pegawai kantor  PMI Banyuwangi.

Saat mendatangi kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (30/11),  Tasiyana mengaku dirinya kemungkinan akan kehilangan pekerjaan. Gara-garanya, dia pernah menemukan kantong darah expired yang tetap digunakan oleh unit donor darah PMI Banyuwangi dan melaporkan kejadian itu ke PMI  Pusat tahun lalu.

Tasiyana mengatakan, kejadian itu bermula saat dirinya menemukan beberapa pack kantong darah yang sudah expired (kedaluwarsa) selama tiga bulan pada September 2015 lalu. Saat itu, dia  melihat kantong tersebut masih digunakan untuk menyimpan darah dan masih didistribusikan kepada pasien.

Tasiyana merasa kaget dan melaporkan  temuannya kepada Arfat Lusinanto  selaku koordinator bidang pembinaan Unit Transfusi Darah Jawa Timur. Akibat  laporan itu, Tasiyana pun ditegur oleh Ketua UTD PMI Banyuwangi. Setelah itu, Tasiyana mengaku selalu  dibuat tidak nyaman dan seolah kantor hendak mengeluarkannya dari PMI Banyuwangi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last