Pancer Sepi Ikan, Nelayan Jajaki Bali

0
362
MENUJU BALI: Perahu selerek sesaat meninggalkan Pelabuhan Muncar kemarin.
MENUJU BALI: Perahu selerek sesaat meninggalkan Pelabuhan Muncar kemarin.

MUNCAR – Para nelayan Muncar terus memaksimalkan waktu menjelang petik laut. Banyak warga beramai-ramai mencari nafkah ke laut lepas kemarin. Sebelum berangkat melaut, nelayan tampak antusias. Sebab, beberapa hari ke depan, mereka harus berhenti mencari ikan. ‘’Dua hari lagi sudah libur, persiapan petik laut,” ujar Suwarno.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Perahu selerek bakal menuju kawasan Jimbaran, Bali. Sebab, di Pulau Dewata itu hasil tangkapan cukup melimpah. “Di daerah sini sudah nggak ada ikan,’’ terang warga Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, itu. Yudi, nelayan lain, mengaku beberapa waktu lalu para nelayan Muncar banyak yang mencari ikan di kawasan Pancer. Namun, kini ikan tangkapan di lokasi tersebut sangat minim.

Loading...

‘’Sekarang, di daerah sini benarbenar nggak ada ikan. Mungkin gara-gara air sudah tercemar,’’ sesalnya. Meski begitu, para nelayan punya banyak solusi atas krisis ikan tersebut. Salah satunya, mencari peruntungan di luar Pulau Jawa. ‘’Itu pun hasil tangkapan masih sangat rendah, nggak seperti dulu,’’ paparnya. Dia membandingkan, beberapa tahun silam ikan tangkapan bisa mencapai 40 ton dalam sekali melaut. Tetapi, kali ini hasil ikan tangkapan hanya beberapa ton.

Kadang-kadang cuma dapat satu ton,’’ ungkapnya. Menurut dia, dua perahu selerek tersebut berisi sekitar 40 awak. Dengan demikian, mereka dituntut mendapatkan ikan banyak. Yang lebih mengecewakan, harga ikan masih sangat jauh dari harapan. Sampai saat ini ikan jenis tongkol hanya Rp 5.500 per kilogram. “Padahal, di luar daerah bisa sampai Rp 10 ribu,” pungkasnya. (radar)