Panggil Tiga Saksi, Siap ke Pontianak

0
157

BANYUWANGI – Laporan dugaan traffi cking dan dipekerjakan di salah satu pabrik tripleks di Sarawak, Malaysia, diseriusi aparat kepolisian. Tiga saksi yang diduga mengetahui kasus itu dimintai keterangan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Banyuwangi kemarin (18/4). Ketiga saksi itu adalah Gufron, 26, Suhartini, 48, dan Hatisah. Ketiganya warga Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Gufron dimintai keterangan polisi karena termasuk salah satu dari 47 TKI yang berhasil kabur dari pabrik tripleks di Sarawak. “Anak Bu Suhartini dan Bu Hatisah masih di Malaysia,” cetus Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP Bagus Ikhwan Christian. Kasatreskrim mengaku akan serius menindaklanjuti dugaan traffi cking. Sebelum melangkah lebih jauh, pihaknya akan memeriksa sejumlah saksi. “Kalau bahan sudah cukup, kita akan berangkat ke Pontianak (Kalimantan Barat),” katanya.

Ditemui di sela-sela pemeriksaan, Gufron mengaku tidak pernah menyangka akan dikirim ke Malaysia. Sebab, saat akan berangkat, dirinya hanya ditawari bekerja di salah satu pabrik tripleks di Pontianak. “Katanya bekerja di Pontianak, tapi sampai ke Malaysia,” cetusnya. Bekerja di Negeri Jiran itu, lanjut dia, ada sedikit pemaksaan. Meski kondisinya sedang tidak sehat, tetap dipaksa bekerja secara full mulai pukul 07.00 hingga pukul 19.00.

“Tangan saya pernah sakit tergencet mesin, tapi tetap harus bekerja,” ungkapnya. Menurut Gufron, risiko yang harus ditanggung sangat besar bila tidak mau bekerja. Tiga hari berturut-turut tidak masuk kerja, maka akan dipecat dan dibuang. “Keberadaan kita ilegal. Kalau dipecat, berarti akan dibuang,” bebernya. Suhartini dan Hatisah berharap aparat kepolisian membantu pemulangan anaknya yang masih di Malaysia. “Anak saya bernama Heru Setiawan. Sebenarnya masih kuliah semester VI di Malang,” kata Suhartini kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. (radar)

Loading...