sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Jalan Tol Ciawi–Sukabumi Seksi 3 ruas Cibadak–Sukabumi Barat terus menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
Hingga awal 2026, progres fisik proyek strategis nasional tersebut telah mencapai 71,95 persen.
Meski demikian, capaian itu belum cukup untuk menjadikan ruas tol tersebut siap digunakan pada musim mudik Lebaran tahun ini.
Progres pembangunan yang mendekati 72 persen tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, khususnya pengguna jalan dan warga Sukabumi, apakah Tol Ciawi–Sukabumi Seksi 3 sudah dapat difungsikan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.
Jawabannya, dengan kondisi saat ini, ruas tol tersebut masih belum memungkinkan untuk dioperasikan secara penuh.
Tol Ciawi–Sukabumi merupakan salah satu infrastruktur vital yang diharapkan mampu mengurai kemacetan kronis di jalur arteri Bogor–Sukabumi.
Jalur tersebut selama ini menjadi titik kepadatan lalu lintas, terutama saat akhir pekan, libur panjang, dan musim mudik Lebaran.
Khusus Seksi 3 yang menghubungkan Cibadak hingga Sukabumi Barat, wilayah ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kemacetan.
Kepadatan kendaraan kerap terjadi akibat pertemuan arus lokal dan kendaraan dari luar daerah yang menuju pusat Kota Sukabumi maupun kawasan wisata di sekitarnya.
Saat ini, pekerjaan konstruksi Tol Ciawi–Sukabumi Seksi 3 masih difokuskan pada penyelesaian badan jalan, pembangunan dan penguatan struktur jembatan, serta berbagai pekerjaan pendukung lainnya.
Progres fisik yang belum mencapai 100 persen menandakan bahwa proyek masih berada dalam tahap konstruksi aktif dan membutuhkan waktu tambahan untuk penyelesaian menyeluruh.
Selain penyelesaian fisik, pengoperasian jalan tol juga mensyaratkan sejumlah tahapan lanjutan.
Di antaranya adalah uji laik fungsi, uji laik operasi, serta pemenuhan seluruh standar keselamatan jalan tol yang ditetapkan pemerintah.
Seluruh tahapan tersebut harus dilalui sebelum sebuah ruas tol dapat dibuka untuk umum.
Page 2
Page 3
Dengan kondisi tersebut, Tol Ciawi–Sukabumi Seksi 3 diperkirakan belum dapat beroperasi penuh saat mudik Lebaran.
Meski begitu, tidak menutup kemungkinan adanya pengaturan lalu lintas khusus atau pengoperasian terbatas apabila kondisi lapangan dinilai aman dan memenuhi standar minimum.
Namun, keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan otoritas terkait dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pengguna jalan.
Keberadaan Tol Ciawi–Sukabumi memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.
Dengan tersambungnya jaringan tol hingga Sukabumi Barat, waktu tempuh dari Jakarta dan Bogor menuju Sukabumi diproyeksikan dapat dipangkas secara signifikan.
Bagi sektor pariwisata, kehadiran tol ini diharapkan mampu meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan di Sukabumi, seperti kawasan Pelabuhan Ratu dan objek wisata lain di Jawa Barat bagian selatan.
Akses yang lebih cepat dan nyaman diyakini akan mendorong geliat ekonomi daerah.
Setiap musim mudik Lebaran, jalur menuju Sukabumi kerap mengalami kepadatan parah akibat lonjakan volume kendaraan.
Tol Ciawi–Sukabumi pun digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi beban jalan nasional dan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas.
Meski Seksi 3 belum sepenuhnya siap digunakan, keberadaan seksi-seksi tol yang telah beroperasi saat ini dinilai cukup membantu dalam mengurai kepadatan dan memperlancar pergerakan kendaraan menuju Sukabumi.
Di sisi lain, penyelesaian proyek Tol Ciawi–Sukabumi Seksi 3 juga menghadapi sejumlah tantangan.
Mulai dari kondisi geografis wilayah yang berbukit, proses pembebasan lahan, hingga faktor cuaca yang dapat memengaruhi progres pembangunan.
Kendati demikian, pemerintah terus mendorong percepatan pengerjaan agar proyek ini dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Tol Ciawi–Sukabumi masuk dalam daftar proyek prioritas nasional karena dampaknya yang besar terhadap konektivitas regional Jawa Barat.
Masyarakat Sukabumi pun menaruh harapan besar agar tol ini segera rampung dan beroperasi penuh.







