Para Petani Gelar Ritual Sagahan Bumi

0
166

paraTEGALSARI – Ratusan warga Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, menggelar ritual Sagahan Bumi kemarin pagi. Kegiatan yang ditandai dengan melepas hewan ke alam bebas itu digelar di tengah areal persawahan desa setempat Sebelum melepas hewan, para tokoh masyarakat, perwakilan dari forum pimpinan kecamatan (furpimkta), Balai Penyuluh Pertanian, dan pemerintah desa melakukan doa bersama. Selanjutnya, melepas sejumlah hewan yang selama dianggap hama padi seperti tikus, belalang, dan wereng ke sungai.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ketua panitia ritual Sagahan Bumi, Supriyadi Kawidjianto, mengatakan ritual itu sebenarnya sudah empat kali dilaksanakan di Desa Karangmulyo, tepatnya sejak tahun 2011 silam, Hanya saja, pada tahun ini lebih meriah karena pesertanya lebih banyak. “Ritual ini sebagai wujud syukur, karena selama ini bumi yang kita olah dan tempati sudah banyak memberi manfaat bagi kehidupan,” ungkapnya. 

Supriyadi :menyebut ritual untuk tahun ini mendapat sambutan luar biasa dari warga Desa Karangmulyo. Warga berharap, dengan ritual ini tanaman padi milik mereka bisa terbebas dari serangan hama wereng dan tikus. “Semoga tidak ada hama lagi,” harapnya. Salah satu tokoh masyarakat Desa Karangmulyo, Dewo mengatakan hewan yang dilepas itu sudah di doakan. Dan Irawan itu diharapkan bisa membawa dampak baik untuk hewan lain yang selama ini menjadi musuh bagi para petani.

“Hewan itu sudah di doakan mas, dengan bahasa. binatang semoga bisa memberikan dampak yang tidak merugikan petani,” katanya. Sekertaris Desa Karangmulyo, Khoirudin, berharap kegiatan itu nanti mendapat perhatian pemerintah daerah. Apalagi, kegiatan itu hanya ada di desanya. “Ritual Sagahan ini satu-satunya di Kecamatan Tegalsari ya hanya di Desa Karangmulyo ini,” ungkapnya. (radar)

Loading...