Pedagang Kopi di Banyuwangi Pilih Jualan Online Cegah Corona, Omzet Justru Meningkat

0
163

“Program kopi bayar pakai sampah masih jalan dan promo 20 botol kemasan yang dibeli dapat dikembalikan dan ditukar dengan sebotol kopi itu kompensasi terhadap limbah botol yang gak kami keluarkan untuk produksi,” terangnya.

Selama menjalani social distancing, Novian juga hanya keluar saat mengantar pesanan di kawasan kecamatan kota Banyuwangi.

“Saya keluar (rumah) waktu antar pesanan saja. Kalau gak sibuk aku sendiri yang ngantar, kalau gak ya lewat jasa antar online. Kalau pemesan di area kecamatan Banyuwangi free ongkir, di luar itu lewat jasa antar online,” ujarnya.

Bila dibandingkan dengan omzet penjualan hari-hari sebelumnya sebelum wabah Covid-19 masuk di Indonesia, kata Novian, saat ini dengan sistem jual online justru meningkat hingga 25 persen.

“Kalau omzet Alhamdulillah ada kenaikan sampai 25 persen. Dan ongkos produksi untuk kemasan dan pengiriman kurang lebih ada penambahan 10-15 persen,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | ... | Next → | Last

Baca :
Cegah Kerumunan Anak Muda, Banyuwangi Tutup Ruang Publik Berfasilitas Wi-Fi