Pemberdayaan Masyarakat Bukan Sekadar Mimpi

0
445
LOMBA: Para pemenang lomba foto bersama Wabup Yusuf Widyatmoko, drg Wahyu Primawati, MAP; Plt Kepala Dinkes dr. Rio, dan Camat Banyuwangi Azis Hamidi.
LOMBA: Para pemenang lomba foto bersama Wabup Yusuf Widyatmoko, drg WahyuPrimawati, MAP; Plt Kepala Dinkes dr. Rio, dan Camat Banyuwangi Azis Hamidi.
LOMBA: Para pemenang lomba foto bersama Wabup Yusuf Widyatmoko, drg Wahyu Primawati, MAP; Plt Kepala Dinkes dr. Rio, dan Camat Banyuwangi Azis Hamidi.

BANYUWANGI-Konsep pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan merupakan sasaran utama promosi kesehatan yang merupakan program pokok urutan pertama di Puskesmas. WHO menetapkan tiga strategi pokok untuk dapat mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan secara efektif, yakni advokasi, dukungan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kepala Puskesmas Kertosari, Kecamatan Banyuwangi drg. Wahyu Primawati, MAP mengatakan, pemberdayaan masyarakat merupakan proses pembangunan di mana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. Pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi apabila warga ikut berpartisipasi. Hal ini berhasil, apabila kelompok komunitas atau masyarakat tersebut menjadi agen pembangunan atau sebagai subjek atau motor penggerak. Bukan penerima manfaat atau objek saja,” ujarnya.

Puskesmas Kertosari berikhtiar mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat. Langkah itu sebagai upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengatasi, memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan diri-sendiri. “Supaya masyarakat berdaya, sehingga menjadi tahu, mengerti, termotivasi, berkesempatan, memanfaatkan peluang, berenergi, mampu bekerja sama, tahu berbagai alternatif, mampu mengambil keputusan, berani mengambil risiko, mampu mencari dan menangkap informasi, serta mampu bertindak sesuai dengan  situasi,” jelasnya.

Melalui peran serta kader kesehatan, tokoh masyarakat (Toma), tokoh agama (Toga), pelajar, organisasi masyarakat, dan lembaga sosial masyarakat lainnya yang peduli kesehatan, imbuh dia, diharapkan masalah kesehatan dapat diselesaikan dengan tepat, efektif, dan efisien. Pengabdian yang tulus dan ikhlas akan berbuah manis serta memberikan kebahagiaan bagi diri-sendiri, keluarga, dan masyarakat. “Mengingat hal tersebut, Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan pada masyarakat memiliki tanggung jawab yang besar bersama seluruh komponen untuk mewujudkan masyarakat yang sadar mandiri untuk hidup sehat, sehingga terbentuk individu dan masyarakat yang mandiri,” paparnya.

Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berpikir, bertindak, dan mengendalikan apa yang mereka lakukan. “Terwujudnya masyarakat yang sehat, peduli, dan tanggap terhadap permasalahan kesehatan di wilayahnya,” cetusnya. Fungsi puskesmas, lanjut Wahyu, kesannya terpola seolah-olah hanya sebagai pelayanan pengobatan kesehatan saja. Orang datang untuk periksa dan berobat. Padahal, sejatinya Puskesmas memiliki tiga fungsi yang harus berjalan beriringan dan sama-sama penting, yakni pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. Selain itu, pusat pemberdayaan masyarakat dan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Sebagai unit fungsional terdepan yang mandiri dalam pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya, Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last