Pembunuhan Juragan Kerupuk Masih Misterius

0
436

BANYUWANGI – Pelaku pembunuhan di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, hingga kemarin masih misterius. Aparat kepolisian belum berhasil mencium jejak pembunuh Jane Ariswati alias Yeni, 57, dan putrinya, Sherly Kurniawati, 18, tersebut. Untuk mengungkap kasus pembunuhan sadis itu, sejumlah anggota polisi terus melakukan penyelidikan.

Beberapa warga sekitar akan dipanggil untuk dimintai keterangan. “Kita terus mengumpulkan informasi warga,” tegas Kasatreskrim Polres Banyuwangi, AKP Bagus Ikhwan Christian. Menurut kasat, dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara) yang dilakukan, pelaku sepertinya sudah mengenal keluarga korban. Atau, setidaknya pelaku pernah datang ke rumah korban. “Ini yang kita kembangkan dalam penyelidikan,” katanya.

Di antara hasil olah TKP yang dilakukan, lanjut dia, pelaku juga diduga berusaha mencari barang berharga milik juragan kerupuk tersebut. Hal itu dibuktikan dengan kondisi kamar korban yang berantakan. “Kamar korban awut-awutan,” sebutnya . Meski pelaku diduga orang yang telah mengenal korban, kasat mengaku belum tahu identitas pelaku. Dalam kasus ini, pihaknya tidak berani menyebut atau menuduh tanpa bukti. “(Dalam pembunuhan ini) kita belum pernah menyebut seseorang sebagai pelaku,” ungkapnya.

Ditanya soal Adi yang sempat dikaitkan dengan kasus ini, kasat malah menanyakan orang yang mengaitkannya. Sebab, pihaknya belum melakukan penyelidikan. “Kita tidak pernah menyebut Adi. Saya juga kaget ada yang mengaitkannya,” ujarnya. Informasi yang diterima, jelas dia, Adi sudah berada di Surabaya beberapa hari sebelum pembunuhan terjadi. Tetapi, tidak menutup kemungkinan pria yang disebut-sebut orang dekat Sherly itu akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Orang-orang yang dekat dengan korban akan kita mintai keterangan,” tandas kasat. Diberitakan sebelumnya, Jane Ariswati alias Yeni, 57, dan Sherly Kurniawati, warga Dusun Pandan, RT 01, RW 04, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, ditemukan tidak bernyawa di gudang rumahnya. Saat ditemukan, ibu dan anak tersebut tewas dengan kondisi tergantung dan leher terjerat tali-tampar warna biru.

Selain itu, Sherly ditemukan dengan kondisi kedua kaki dan tangan terikat tali rafia. Bahkan, mulut korban juga disumpal tali serupa. Si ibu hanya lehernya yang dijerat tali-tampar. Informasi yang dikumpulkan wartawan koran ini di lokasi kejadian menyebutkan, distributor kerupuk tersebut beberapa hari terakhir tidak ada aktivitas. Sejak sekitar pukul 18.00 Senin lalu (21/5), gudang dan pintu gerbang rumah tersebut tertutup.

Sementara itu, beberapa pihak angkat bicara terkait kematian warga Pandan tersebut. Pendeta Gereja Kristus Tuhan (GKT) Genteng Kulon, Edi, mengaku sangat tidak percaya bila salah satu jemaatnya diduga sebagai pelaku pembunuhan. Sebab, sebelum dan sesudah kejadian, Adi sudah berada di Surabaya. “Mulai Minggu sampai Senin malam, Adi selalu bersama saya di Surabaya,” ungkap Edi kepada koran ini.

Hal senada juga diungkapkan Yusuf, pendeta lain. Yusuf mengaku bahwa Adi sudah berada di Surabaya sebulan lalu. Alasan pergi ke Kota Pahlawan adalah putus dengan tunangannya. “Dia pergi ke Surabaya karena pikirannya tidak tenang,” ungkap Yusuf. (radar)