Pemburu Batu Akik Serbu Gunung Gedheg

0
957

SILIRAGUN – Hutan jati di Petak 48, BKPH Pesanggaran, KPH Perhutani Banyuwangi Selatan, masuk wilayah Desa Barurejo,  Kecamatan Siliragung, kini banyak  didatangi para pencari batu akik. Mereka yakin di daerah itu banyak  batu mulia jenis rubah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Untuk mencari batu akik itu, warga sampai menggali lahan. Sehingga, lereng pegunungan itu  banyak yang berlubang dan rusak. “Yang mencari cukup banyak,” cetus salah satu pencari batu akik asal Desa Sumberagung, Kecamatan  Pesanggaran.

Pencari batu akik yang tidak mau disebut namanya itu mengaku tidak tahu orang yang kali pertama menemukan lokasi pencarian batu rubah. “Katanya banyak batu jenis rubah, tapi saya tidak dapat,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Loading...

Para pencari batu akik yang terus berdatangan itu ternyata membuat petugas Perhutani Banyuwangi merasa gerah. Apalagi, para pemburu batu akik itu juga merusak lingkungan. “Tidak ada batu rubah  di Gunung Gedheg,” cetus Kepala  BKPH Pesanggaran, Edy Purwanto.

Menurut Purwanto, sebenarnya di wilayah hutan Gunung Gedheg  tidak ada batu rubah. Bila ada  pencari batu mulai yang berhasil menemukan, itu hanya kebetulan. “Kami tidak tahu dari mana asal  informasi yang menyebut di Gunung Gedheg banyak batu  rubah,” ungkapnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2