Pamor Batu Akik Redup, Omzet Perajin Hancur

0
966

BANYUWANGI – Tren batu akik yang diprediksi turun pada akhir tahun 2015 ini tampaknya akan menjadi kenyataan. Hal tersebut  terlihat di beberapa pengusaha dan perajin batu akik di Banyuwangi yang mulai sepi oder.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Seperti yang diakui salah satu perajin batu akik di wilayah Jalan Adi Sucipto, Banyuwangi, Atim. Dia mengaku omzetnya turun drastis hingga 70 persen dalam  satu bulan terakhir. Pada pertengah tahun 2015 Atim mengaku mene rima oder 10 buah batu akik  setiap hari.

Satu batu akik, Atim memberi tarif Rp 20 ribu. Khusus batuan  mahal yang rapuh, seperti batu rubah, bulu macan, dan naga sikoi, tarifnya Rp 25 ribu. Namun, saat ini ada dua atau tiga pemesan saja sehari sudah bagus. Menurut Atim, sepinya order itu  dipengaruhi menurunnya minat masyarakat terhadap batu akik.

“Sekarang akik juga banyak yang palsu.  Harganya turun semua, jadi mungkin sudah malas. Rata-rata yang datang cuma untuk memasang emban. Kalau tidak, ya membenahi emban yang terlalu kecil atau kebesaran,” ujar Atim.

Loading...

Berbeda dengan ongkos gosok batu, ongkos mengecilkan cincin menurutnya lebih murah, hanya Rp 10 ribu per  cincin. memasang emban dipatok Rp 5 ribu. Sama seperti Atim, nasib yang sama dialami perajin lain, Yusuf. Perajin asal Kelurahan Lateng itu biasanya  mengerjakan garapan sampai 20 batu sehari.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2