Pemdes Ketapang Gugat Pemkab

0
405

pemdesKALIPURO – Puluhan warga berkumpul di sekitar pintu masuk Pelabuhan Landing Craft Machine LCM) Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, pagi kemarin 2/6). Mereka menyambut pihak Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi yang akan menggelar peninjauan setempat (PS) atas sengketa lahan Pelabuhan LCM Ketapang.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Diperoleh keterangan, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Ketapang melayangkan gugatan kepada Pemkab Banyuwangi atas lahan yang kini digunakan sebagai area pelabuhan LCM tersebut. Alasannya, lahan seluas kurang-lebih 22.000 hektare (ha) tersebut merupakan tanah kas desa (TKD) Ketapang sesuai kerawangan desa, tepatnya Petok 161 “Di peta blok, muncul tulisan 161. Di kerawangan juga muncul Petok 161.

Kalau tanah berpetok tersebut dianggap tanah negara, yang saya pertanyakan, tanah negara apa? Setahu saya, tanah negara tidak punya nomor petok,” ujar Kepala Desa (Kades) Ketapang, Slamet Utomo. Kades Slamet mengatakan, pihak Pemdes Ketapang yang didukung masyarakat setempat menggugat Pemkab Banyuwangi untuk mengembalikan TKD tersebut. “Tanah itu dikuasai pemkab sejak sekitar tahun 1975.

Loading...

Awalnya, pemkab meminjam lokasi itu secara lisan untuk pembangunan terminal. Tetapi, kemudian lokasi itu disewakan kepada ASDP dan dijadikan pelabuhan LCM,” jelasnya. Menurut Kades Slamet, pihaknya juga memiliki bukti baru bahwa orang-orang yang bertanda tangan di surat permohonan sertifi kat tanah itu mengakui tanda tangan tersebut bukan tanda tangan dirinya.

“Berarti pemohon sertifi kat itu perlu dipertanyakan keabsahannya,” cetusnya. Lebih jauh dikatakan, pihak Pemdes Ketapang menyerahkan sepenuhnya sengketa TKD Ketapang itu kepada PN Banyuwangi. Sebab, sebelum mengajukan gugatan ke PN, pihak Pemdes Ketapang sudah melakukan langkah-langkah persuasif, misalnya mengajak pemkab melakukan musyawarah.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2