Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Angklung Caruk Pelajar

0
517

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi membangkitkan lagi kesenian Angklung Caruk. Kesenian yang hampir punah tersebut kembali ditunjukkan kepada masyarakat dalam kegiatan Festival Angklung Caruk Pelajar 2018.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bertempat di Pendopo Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Ajang Festival Angklung Caruk Pelajar 2018 pada Jum’at (16/02/2018) berlangsung meriah. Puluhan grup angklung pelajar bersaing ketat menampilkan yang terbaik dalam audisi.

Angklung caruk adalah salah satu tradisi seni khas yang ada di Banyuwangi, kesenian ini sejak 20 tahun terakhir sangat digemari oleh para petani yang berada di Banyuwangi, setiap grup angklung caruk terdiri dari 12 sampai 15 orang pemain musik (panjak).

Festival angklung caruk pelajar sendiri sudah dua kali digelar. Kesenian yang dikemas dalam event Banyuwangi Festival yang pada tahun lalu pertama digelar ternyata masih melakukan uji coba terkait animo masyarakat Banyuwangi dengan seni angklung caruk. Ternyata pada tahun lalu festival angklung caruk ini mendapat respon dari masyarakat Banyuwangi.

Jika pada tahun lalu peserta festival angklung caruk hanya 12 grup saja, di tahun 2018 peserta bertambah menjadi 25 grup pelajar yang terbagi klas SD, SMP dan SMA.

Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi Choliqul Ridha menceritakan, tahun lalu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi ingin sekali mengadakan angklung caruk di tingkat dewasa atau umum, namun hal itu ditolak oleh sebagian seniman, karena angklung caruk di Banyuwangi rawan sekali timbul kericuhan, mangkanya pada kesempatan ini dimulailah dari tingkat pelajar sebab dari pelajar itu sekaligus mencari bibit bibit seniman muda sejati yang bisa mengharumkan nama dirinya sendiri ataupun sekolahnya.

Adapun kriteria dalam penilaian angklung caruk pelajar tersebut yaitu dari penampilan larasan, hormat, embat-embat, blendrongan, gending jemplangan, ranginan dan klojian yang nantinya akan diuji pada audisi pada jum’at (16/02/2018).

Selanjutnya jika sudah mengikuti audisi kemudian akan dinilai oleh para juri dan akan mengambil tiga pasang dari tingkat SD yang terdiri dari enam Group, tingkat SMP dan SMA juga dipilih sebanyak tiga grup saja dan selanjutnya akan mengikuti final pada Sabtu (17/02/2018) di Taman Blambangan.

Choliqul Ridha menambahkan, jika sudah terpilih masing masing grup akan diuji kembali dengan membawakan gending gending khas Banyuwangi yang telah ditentukan oleh juri, diantaranya lagu tong tong bolong, padang ulan, mak ucuk, bangcilang cilung, untringan, petetan, dan pethek suku, dan akan dinilai kembali dari kemampuan teknis berjoget badut (penari pria yang memandu angklung caruk), kemampuan dalam memainkan dan mengolah musik. performance dan harmonisasi dalam bermusik.

Setelah itu dari awal hingga akhir acara angklung caruk di tingkat pelajar ini nantinya akan dipilih oleh juri untuk penabuh kendang, penabuh angklung, penabuh saron, sinden, badut terbaik dan akan diberi penghargaan agar lebih bersemangat dalam melestarikan kesenian Banyuwangi.

Loading...

Baca Juga :