Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Kronologi 14 Siswa SMPN 1 Montong Tuban Alami Mual dan Pusing Usai Santap Menu MBG, Diduga Keracunan

kronologi-14-siswa-smpn-1-montong-tuban-alami-mual-dan-pusing-usai-santap-menu-mbg,-diduga-keracunan
Kronologi 14 Siswa SMPN 1 Montong Tuban Alami Mual dan Pusing Usai Santap Menu MBG, Diduga Keracunan

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat.

Kali ini, peristiwa tersebut menimpa 14 siswa SMP Negeri 1 Montong, Kabupaten Tuban, yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin (27/1).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, makanan MBG yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Montongsekar di bawah pengelolaan Yayasan Bumi Wali Berdikari tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Makanan tersebut kemudian dibagikan kepada siswa sekitar pukul 11.00 WIB.

Tak berselang lama setelah menyantap makanan, sejumlah siswa kelas VII dan VIII mulai mengeluhkan mual dan pusing. Kondisi tersebut menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah.

Sekitar pukul 12.00 WIB, tiga siswa dengan gejala cukup berat segera dilarikan ke Puskesmas Montong untuk mendapatkan penanganan medis. Jumlah siswa yang membutuhkan perawatan terus bertambah seiring waktu.

Hingga pukul 15.00 WIB, tercatat 13 siswa telah mendapatkan penanganan di puskesmas.

Tak lama berselang, satu siswa lainnya turut mengeluhkan gejala serupa, sehingga total siswa terdampak mencapai 14 orang.

Puskesmas Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Kepala Puskesmas Montong, dr Tri Wahyuningrum, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut merupakan kasus keracunan makanan.

Ia menjelaskan, seluruh sampel sisa makanan MBG yang dikonsumsi siswa telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk kepastiannya kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ujar dr Tri Wahyuningrum saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban.

Meski belum dapat disimpulkan sebagai keracunan, seluruh siswa yang menjalani perawatan menunjukkan gejala yang relatif sama, yakni mual dan pusing. Beberapa siswa juga sempat mengalami demam ringan.

Menu MBG Jadi Sorotan

Berdasarkan keterangan sementara dari para siswa, menu MBG yang dikonsumsi pada hari kejadian terdiri atas nasi, sayur asem, tempe goreng, dan ikan.

Sebagian siswa mengaku merasakan rasa pahit pada ikan yang dikonsumsi.

Namun, pihak puskesmas menegaskan bahwa hal tersebut masih sebatas informasi awal dan belum dapat dijadikan kesimpulan penyebab gangguan kesehatan.


Page 2

“Semua isi food tray kami bawa ke laboratorium untuk memastikan apa yang menyebabkan gejala tersebut,” imbuh dr Tri Wahyuningrum yang akrab disapa Naning, dilansir dari Radar Tuban.

Ia menambahkan, langkah tersebut dilakukan agar penyebab kejadian dapat dipastikan secara ilmiah dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Kondisi Siswa Berangsur Membaik

Setelah mendapatkan penanganan medis, kondisi para siswa berangsur membaik. Keluhan mual dan pusing perlahan mereda, sementara suhu tubuh yang sempat meningkat kembali normal.

Pada pukul 16.00 WIB, seluruh siswa yang dirawat di puskesmas dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

“Semua siswa sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik,” ujar Naning.

Tindak Lanjut Masih Menunggu

Terkait tindak lanjut terhadap SPPG Montongsekar pascakejadian ini, pihak puskesmas menyatakan belum dapat memberikan kepastian.

Penanganan kesehatan sepenuhnya menjadi kewenangan puskesmas, sementara keputusan terkait operasional penyedia MBG berada di tangan instansi lain.

Hingga berita ini diturunkan oleh Radar Tuban, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG terkait dugaan keracunan tersebut.

Pemeriksaan laboratorium masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kejadian yang kembali menimbulkan kekhawatiran terhadap pelaksanaan program MBG di daerah. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat.

Kali ini, peristiwa tersebut menimpa 14 siswa SMP Negeri 1 Montong, Kabupaten Tuban, yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG pada Senin (27/1).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, makanan MBG yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Montongsekar di bawah pengelolaan Yayasan Bumi Wali Berdikari tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 WIB. Makanan tersebut kemudian dibagikan kepada siswa sekitar pukul 11.00 WIB.

Tak berselang lama setelah menyantap makanan, sejumlah siswa kelas VII dan VIII mulai mengeluhkan mual dan pusing. Kondisi tersebut menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah.

Sekitar pukul 12.00 WIB, tiga siswa dengan gejala cukup berat segera dilarikan ke Puskesmas Montong untuk mendapatkan penanganan medis. Jumlah siswa yang membutuhkan perawatan terus bertambah seiring waktu.

Hingga pukul 15.00 WIB, tercatat 13 siswa telah mendapatkan penanganan di puskesmas.

Tak lama berselang, satu siswa lainnya turut mengeluhkan gejala serupa, sehingga total siswa terdampak mencapai 14 orang.

Puskesmas Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Kepala Puskesmas Montong, dr Tri Wahyuningrum, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut merupakan kasus keracunan makanan.

Ia menjelaskan, seluruh sampel sisa makanan MBG yang dikonsumsi siswa telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk kepastiannya kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium,” ujar dr Tri Wahyuningrum saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban.

Meski belum dapat disimpulkan sebagai keracunan, seluruh siswa yang menjalani perawatan menunjukkan gejala yang relatif sama, yakni mual dan pusing. Beberapa siswa juga sempat mengalami demam ringan.

Menu MBG Jadi Sorotan

Berdasarkan keterangan sementara dari para siswa, menu MBG yang dikonsumsi pada hari kejadian terdiri atas nasi, sayur asem, tempe goreng, dan ikan.

Sebagian siswa mengaku merasakan rasa pahit pada ikan yang dikonsumsi.

Namun, pihak puskesmas menegaskan bahwa hal tersebut masih sebatas informasi awal dan belum dapat dijadikan kesimpulan penyebab gangguan kesehatan.