Srono Jawara SD, BWI Terbaik SMP

0
739


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Festival angklung caruk tingkat pelajar yang di Gesibu Blambangan berlangsung semarak. Penampilan para peserta yang lolos di babak final, berhasil memukau ribuan penonton yang memadati tribun Gesibu Blambangan  Sabtu malam kemarin (25/2).

Sejak Sabtu petang, pengunjung sudah mulai berjubel di sekitar Gesibu Blambangan tempat  berlangsungnya festival angklung caruk pelajar. Penonton yang datang dari berbagai desa dan kecamatan di Banyuwangi sengaja datang hanya untuk menyaksikan  kebolehan para pelajar dalam memainkan alat musik tradisional tersebut.

Festival itu seolah mengobati  kerinduan masyarakat Banyuwangi yang sudah lama tidak menyaksikan pergelaran angklung  caruk. Acara yang dimulai pukul  19.30 itu langsung dipenuhi ribuan masyarakat yang sudah  duduk rapi di tribun gesibu.

Bahkan, saat acara dimulai, tribun atas gesibu tidak mampu menampung jumlah penonton. Tak pelak,  penonton yang menyaksikan festival tersebut harus rela berdiri.  Enam kelompok pelajar SD  caruk (bertemu) terlebih dahulu. Agar adil, untuk penampilannya digunakan sistem undian. Yakni  dua kelompok yang nomornya dipanggil langsung saling beradu memainkan alat musik tradisional di atas pentas.

Tidak sedikit, para penonton mengaku bangga dan terkejut dengan  kebolehan peserta SD dalam  memainkan alat musik tradisional tersebut. Kebolehan pelajar usia  SD itu tidak jauh berbeda dengan  para penabuh gamelan profesional. Yang menarik, dalam festival itu  para badut dan sinden juga menunjukkan kebolehannya dalam menari dan olah vokal. Sesekali  penampilan para badut itu juga  mengundang gelak tawa para penonton.

“Baru kali ini ada festival  angklung caruk pela jar. Kalau bisa terus digerlar setiap tahun,” cetus Juwono, 50, salah seorang penonton  dari Singojuruh.  Menurut Juwono, festival tersebut akan mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak dalam bermain alat musik tradisional.

Loading...

Dengan tumbuhnya kecintaan itu, sekolah di masing-masing penyelenggara pendidikan juga dituntut bisa mewadahi bakat minat siswa dalam bermain alat musik tradisional. Apalagi, di tengah serbuan era globalisasi banyak jenis-jenis musik asing  yang akan mempengaruhi kecintaan anak-anak dalam bermusik.

“Jika ada festivalnya, anak-anak pelajar akan semangat belajar  musik tradisional,” imbuhnya. Sorak-sorai penonton mulai gemuruh ketika grup pelajar tersebut saling adu tebak lagu  instrumen angklung (lojian). Jika  grup lain tidak bisa menebak dengan cara melanjutkan instrumen angklung yang dimainkan, maka oleh wasit dinyatakan kalah.

Setelah melalui proses penyajian penampilan, panitia menyatakan  enam finalis terbaik.  Grup SD penyaji terbaik pertama diraih oleh UPTD Kecamatan Srono diikuti grup dari UPTD  Kecamatan Rogojampi di urutan kedua. Disusul UPTD Kecamatan Cluring sebagai penyaji terbaik  ketiga.

UPTD Kecamatan Banyuwangi menempati urutan penyaji terbaik empat. UPTD Kecamatan  Gambiran dan UPTD Kecamatan  Giri masing-masing di urutan penyaji terbaik lima dan enam.  Untuk kelompok peserta SMP,  regu dari SMPN 1 Banyuwangi mampu memikat dewan juri dan dinyatakan sebagai penyaji terbaik  pertama dengan nilai 628.

Disusul SMPN 2 Srono sebagai terbaik kedua dengan nilai 611. Sementara di posisi ketiga, diraih SMPN 1 Purwoharjo dan SMPN 1 Glagah  menjadi penyaji terbaik keempat. Penghargaan khusus penabuh  angklung terbaik untuk klasemen  SD diberikan kepada UPTD Pendidikan Kecamatan Cluring.

Penabuh Saron terbaik diraih  UPTD Pendidikan Kecamatan  Gambiran dan pemain biola terbaik diraih UPTD Kecamatan  Giri. Sementara, UPTD Kecamatan  Rogojampi meraih penabuh kendang terbaik. Untuk badut dan sinden terbaik  diborong oleh UPTD Kecamatan  Srono.

Penghargaan khusus penabuh angklung dan sinden terbaik klasemen SMP, diraih  oleh siswa dari SMPN 1 Banyuwangi, penabuh saron terbaik  jatuh pada siswa SMPN 1 Glagah,  pengendang terbaik diraih siswa  SMPN 2 Srono, dan siswa SMPN 1 Purwoharjo berhasil meng- gondol prestasi sebagai badut  terbaik tingkat pelajar SMP.

“Kami  berterima kasih pada semua pihak yang ikut menyukseskan  acara ini. Semoga tahun depan  bisa lebih baik lagi,” pungkas Ketua Panitia Penyelenggara, Hasan Basri. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :

Baca Juga :