Pemkab Warning Panitia Pilkades

0
2032
Tim Pemkab Bersama Forpimka Songgon turun ke Desa Sragi untuk menyelesaikan persoalan Pilkades setempat setelah proses tahap seleksi calon kades beberapa hari lalu.
Tim Pemkab Bersama Forpimka Songgon turun ke Desa Sragi untuk menyelesaikan persoalan Pilkades setempat setelah proses tahap seleksi calon kades beberapa hari lalu.

Agar Hati-Hati Menggunakan Anggaran


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Asisten Pemerintahan Pemkab Banyuwangi Choiril Ustadi Yudanto me-warning semua panitia pemilihan kepala desa (pilkades) serentak agar hati-hati menggunakan anggaran pilkades. Jika tidak hati-hati dan salah menggunakan anggaran, maka panitia akan berhadapan dengan proses hukum.

Menurut Ustadi, penggunaan anggaran pilkades tahun ini, berbeda dengan pelaksanaan Pilkades sebelumnya. Kalau sebelumnya, anggaran pelaksanaan pilkades menggunakan dana bantuan dari masing-masing calon kepala desa. “Tapi tahun ini menggunakan dana dari APBD dan APBDes. Karena uang APBD, maka pertanggungjawaban juga harus sesuai aturan yang ada di pemerintahan,” jelas Ustadi.

Kalau sebelumnya, pertanggungjawaban penggunaan pelaksanaan pilkades cukup kepada cakades sebagai pemberi bantuan. Jika pemberi bantuan menerima laporan pertanggungjawaban panitia, maka selesai persoalan.

Loading...

Untuk saat ini, pertanggungjawaban harus benar-benar sesuai dengan pertanggungjawaban yang berlaku di lingkungan pemerintah. ”Setiap kesempatan, saya sampaikan penyelewengan uang negara Rp 10 ribu, hukumannya sama dengan penyelewengan Rp 100 juta. Untuk itu, panitia pilkades harus hati-hati, jika tidak paham jangan sungkan tanya,” pinta Ustadi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last