Penambang Marak Lagi, Kapolres Terusik

0
357

PURWOHARJO – Penambangan emas ilegal di Gunung Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, kembali marak. Ribuan orang dari berbagai daerah kini mulai melakukan aktivitas penggalian sumur kembali. Melihat maraknya penambangan liar, Kapolres Banyuwangi, AKBP Nanang Masbudi, pun terusik.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kemarin, seorang penambang dan pembeli berhasil ditangkap. Mereka adalah Agus Salim, 33, dan Supriyantoro, 45. Keduanya dibekuk saat melakukan transaksi jual-beli emas di Dusun/Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo. Dari
tangan keduanya, polisi menyita 1 gram emas, timbangan kecil, dan mesin glondong.

Loading...

“Keduanya langsung kita tahan,” kata Kapolres Banyuwangi, AKBP Nanang Masbudi, kemarin. Menurut kapolres, dua orang itu sudah lama menjadi target operasi (TO) kasus penambangan emas ilegal. Pihaknya masih mengembangkan penangkapan dua tersangka tersebut. “Penambang, pengepul, dan penadah, akan kita sikat habis. Pokoknya dari hulu sampai hilir,” tegas perwira polisi dengan dua melati di pundak itu.

Sementara itu, salah seorang tersangka, Agus Salim, mengaku sudah sembilan bulan menekuni bisnis penambangan emas di kawasan Lompongan, Pancer, Kecamatan Pesanggaran. Selama kurun waktu sembilan bulan, pihaknya belum mendapatkan hasil. “Sumurnya saja baru kita gali dengan kedalaman 2 meter Jadi, belum dapat apaapa,” aku Agus Salim. (radar)