sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Rencana pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Juli 2025 lalu tampaknya mulai memasuki tahap pelaksanaan.
Senin (26/1), sebuah kapal crane yang diduga disiapkan untuk mengangkat bangkai kapal tersebut tampak beroperasi di perairan Selat Bali.
Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi dari Dermaga Pantai Marina Boom menunjukkan kapal crane berada di tengah Selat Bali, namun lebih dekat ke arah Pulau Bali.
Titik tersebut diduga kuat merupakan lokasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya.
Dalam peta digital Marine Traffic, kapal crane berkode BC Pioner 88 terlihat menurunkan alat berat ke dasar laut, mengindikasikan dimulainya aktivitas teknis pengangkatan.
Nelayan Diminta Waspada
Informasi keberadaan kapal crane tersebut juga sampai ke nelayan yang biasa melaut di Selat Bali. Salah satunya Toni, nelayan setempat, mengaku menerima pesan melalui grup WhatsApp nelayan terkait aktivitas pengangkatan bangkai kapal.
“Kami dapat informasi pagi tadi lewat grup WA. Ada kapal yang ditugaskan untuk mengangkat bangkai KMP Tunu,” ujar Toni.
Dalam pesan tersebut disebutkan kapal crane berada di koordinat 08 derajat 09 menit 33,11 detik Lintang Selatan dan 114 derajat 24 menit 52,03 detik Bujur Timur.
Lokasi itu tepat berada di sisi selatan kabel bawah laut yang menyalurkan listrik dari Jawa ke Bali.
Menurut Toni, nelayan juga diimbau agar ekstra berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi pengangkatan.
Pasalnya, setelah berhasil diangkat, bangkai KMP Tunu Pratama Jaya rencananya akan dinaikkan ke dek kapal khusus untuk kemudian dibawa ke Probolinggo.
“Karena ada aktivitas pengangkatan, kami diminta waspada dan menjaga jarak,” tegasnya.
Sesuai Amanat Undang-Undang
Page 2
Sesuai rencana awal, PT Buto yang mendapat mandat dari pemilik KMP Tunu Pratama Jaya, yakni PT Raputra Jaya, akan mengerahkan kapal besar model Crane Barge untuk mengangkat bangkai kapal.
Wakil Kepala Cabang PT Raputra Jaya Banyuwangi, Delnov Nababan, membenarkan adanya aktivitas kapal crane di Selat Bali tersebut.
Ia menegaskan bahwa proses pengangkatan bangkai kapal dilakukan sesuai amanat undang-undang.
“Benar, aktivitas pengangkatan sudah mulai berjalan. Kapal akan menentukan titik pasti bangkai kapal, lalu dilakukan proses pengangkatan,” ujarnya.
Delnov menjelaskan, PT Raputra Jaya menunjuk PT Buto karena perusahaan tersebut memiliki pengalaman dalam pengangkatan bangkai kapal di perairan Indonesia.
Pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya ini sekaligus menjadi yang pertama kali dilakukan di Banyuwangi sepanjang sejarah kasus kapal tenggelam di Selat Bali.
Proses Bertahap dan Berisiko Tinggi
Pengangkatan bangkai kapal di dasar Selat Bali bukan pekerjaan sederhana.
Selain faktor kedalaman dan arus laut yang kuat, keberadaan kabel bawah laut juga menjadi perhatian utama agar tidak terjadi gangguan pasokan listrik Jawa–Bali.
Karena itu, proses dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian, mulai dari penentuan titik bangkai kapal, pemasangan alat angkat, hingga pemindahan bangkai ke kapal pengangkut.
“Ini pekerjaan berisiko tinggi dan butuh ketelitian. Karena itu kami melibatkan pihak yang berpengalaman,” tandas Delnov.
Dengan mulai beroperasinya kapal crane di Selat Bali, harapan untuk membersihkan jalur pelayaran dari bangkai KMP Tunu Pratama Jaya kian mendekati kenyataan.
Selain untuk keselamatan pelayaran, pengangkatan bangkai kapal ini juga diharapkan mengurangi potensi gangguan lingkungan di perairan Selat Bali. (fre)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Rencana pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Juli 2025 lalu tampaknya mulai memasuki tahap pelaksanaan.
Senin (26/1), sebuah kapal crane yang diduga disiapkan untuk mengangkat bangkai kapal tersebut tampak beroperasi di perairan Selat Bali.
Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi dari Dermaga Pantai Marina Boom menunjukkan kapal crane berada di tengah Selat Bali, namun lebih dekat ke arah Pulau Bali.
Titik tersebut diduga kuat merupakan lokasi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya.
Dalam peta digital Marine Traffic, kapal crane berkode BC Pioner 88 terlihat menurunkan alat berat ke dasar laut, mengindikasikan dimulainya aktivitas teknis pengangkatan.
Nelayan Diminta Waspada
Informasi keberadaan kapal crane tersebut juga sampai ke nelayan yang biasa melaut di Selat Bali. Salah satunya Toni, nelayan setempat, mengaku menerima pesan melalui grup WhatsApp nelayan terkait aktivitas pengangkatan bangkai kapal.
“Kami dapat informasi pagi tadi lewat grup WA. Ada kapal yang ditugaskan untuk mengangkat bangkai KMP Tunu,” ujar Toni.
Dalam pesan tersebut disebutkan kapal crane berada di koordinat 08 derajat 09 menit 33,11 detik Lintang Selatan dan 114 derajat 24 menit 52,03 detik Bujur Timur.
Lokasi itu tepat berada di sisi selatan kabel bawah laut yang menyalurkan listrik dari Jawa ke Bali.
Menurut Toni, nelayan juga diimbau agar ekstra berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi pengangkatan.
Pasalnya, setelah berhasil diangkat, bangkai KMP Tunu Pratama Jaya rencananya akan dinaikkan ke dek kapal khusus untuk kemudian dibawa ke Probolinggo.
“Karena ada aktivitas pengangkatan, kami diminta waspada dan menjaga jarak,” tegasnya.
Sesuai Amanat Undang-Undang







