Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Perjuangan Panjang Hadirkan Rabanton Ber-SNI, Menlu Raih SoJ Award 2026

perjuangan-panjang-hadirkan-rabanton-ber-sni,-menlu-raih-soj-award-2026
Perjuangan Panjang Hadirkan Rabanton Ber-SNI, Menlu Raih SoJ Award 2026

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Perjalanan pengusaha muda Banyuwangi Menlu hingga meraih Sunrise of Java (SoJ) Award 2026 bukanlah proses instan.

Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Banyuwangi sekaligus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banyuwangi ini menapaki jalan panjang penuh tantangan sebelum berhasil menghadirkan inovasi konstruksi berstandar nasional melalui Rabanton.

Berangkat dari kegelisahan terhadap kualitas dan standar produk konstruksi di daerah, Menlu memilih jalur yang tidak mudah.

Ia bertekad menghadirkan produk beton pracetak yang tidak hanya kompetitif secara harga, tetapi juga memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sebuah langkah berani di tengah keterbatasan ekosistem industri konstruksi lokal.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Menlu berhasil melahirkan beton pracetak ber-SNI pertama di Banyuwangi.

Capaian ini diraih melalui proses panjang, mulai dari uji mutu berulang, penyempurnaan desain, hingga pemenuhan berbagai regulasi teknis yang ketat.

Seluruh tahapan itu menuntut ketekunan, konsistensi, serta keberanian berinovasi di tengah dinamika industri konstruksi daerah.

Tidak berhenti pada beton pracetak, Rabanton juga menghadirkan inovasi lain yang menarik perhatian publik.

Salah satunya adalah dermaga beton terapung yang kini dapat dilihat dan dimanfaatkan di Pantai Boom Marina, Banyuwangi.

Dermaga beton apung tersebut telah berfungsi sebagai dermaga sandar kapal yacht, sekaligus menjadi penanda hadirnya inovasi infrastruktur maritim karya anak daerah.

Proses menghadirkan dermaga beton terapung tersebut juga tidak lepas dari berbagai tantangan teknis.

Mulai dari penyesuaian desain dengan karakteristik perairan, aspek keselamatan, hingga pembuktian daya tahan struktur terhadap gelombang dan beban.

Melalui riset dan uji coba berkelanjutan, inovasi ini akhirnya dapat direalisasikan dan dimanfaatkan secara optimal.


Page 2

Keberhasilan Rabanton menjadi bukti bahwa inovasi lokal mampu menjawab kebutuhan infrastruktur modern.

Produk konstruksi karya anak Banyuwangi tidak hanya layak digunakan di daerah sendiri, tetapi juga memiliki potensi bersaing di level yang lebih luas.

Melalui Rabanton, Menlu tidak sekadar membangun usaha. Ia turut membuka jalan bagi tumbuhnya industri konstruksi lokal yang profesional dan berbasis standar nasional.

Inovasi ini berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi tenaga lokal, serta tumbuhnya kepercayaan terhadap produk konstruksi buatan daerah.

Bagi Menlu, penerapan standar nasional bukan semata soal regulasi, melainkan bentuk tanggung jawab untuk menghadirkan produk yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Prinsip tersebut menjadi fondasi dalam setiap pengembangan produk Rabanton.

Penghargaan SoJ Award 2026 yang diterimanya menjadi wujud apresiasi atas kerja keras, ketekunan, dan visi panjang Menlu dalam menghadirkan inovasi konstruksi yang berdampak nyata bagi Banyuwangi.

Lebih dari sekadar capaian personal, penghargaan ini juga menjadi pengakuan terhadap potensi wirausaha muda daerah dalam mendorong pembangunan.

Dengan semangat kewirausahaan muda serta dukungan jejaring Hipmi dan Kadin Banyuwangi, Menlu diharapkan terus menjadi inspirasi sekaligus motor penggerak pembangunan Banyuwangi yang berkelanjutan dan berdaya saing nasional. (sgt)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Perjalanan pengusaha muda Banyuwangi Menlu hingga meraih Sunrise of Java (SoJ) Award 2026 bukanlah proses instan.

Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Banyuwangi sekaligus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banyuwangi ini menapaki jalan panjang penuh tantangan sebelum berhasil menghadirkan inovasi konstruksi berstandar nasional melalui Rabanton.

Berangkat dari kegelisahan terhadap kualitas dan standar produk konstruksi di daerah, Menlu memilih jalur yang tidak mudah.

Ia bertekad menghadirkan produk beton pracetak yang tidak hanya kompetitif secara harga, tetapi juga memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sebuah langkah berani di tengah keterbatasan ekosistem industri konstruksi lokal.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Menlu berhasil melahirkan beton pracetak ber-SNI pertama di Banyuwangi.

Capaian ini diraih melalui proses panjang, mulai dari uji mutu berulang, penyempurnaan desain, hingga pemenuhan berbagai regulasi teknis yang ketat.

Seluruh tahapan itu menuntut ketekunan, konsistensi, serta keberanian berinovasi di tengah dinamika industri konstruksi daerah.

Tidak berhenti pada beton pracetak, Rabanton juga menghadirkan inovasi lain yang menarik perhatian publik.

Salah satunya adalah dermaga beton terapung yang kini dapat dilihat dan dimanfaatkan di Pantai Boom Marina, Banyuwangi.

Dermaga beton apung tersebut telah berfungsi sebagai dermaga sandar kapal yacht, sekaligus menjadi penanda hadirnya inovasi infrastruktur maritim karya anak daerah.

Proses menghadirkan dermaga beton terapung tersebut juga tidak lepas dari berbagai tantangan teknis.

Mulai dari penyesuaian desain dengan karakteristik perairan, aspek keselamatan, hingga pembuktian daya tahan struktur terhadap gelombang dan beban.

Melalui riset dan uji coba berkelanjutan, inovasi ini akhirnya dapat direalisasikan dan dimanfaatkan secara optimal.