sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Aparat Polresta Banyuwangi bergerak cepat merespons penemuan bayi di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah. Unit Satreskrim langsung diterjunkan untuk mengidentifikasi ibu biologis sang bayi.
Polisi masih mengumpulkan bukti-bukti identitas ibu bayi yang diberi nama Muhammad Rayyan Pratama itu. Bayi malang tersebut lahir pada 28 November 2025. Rekaman sejumlah CCTV yang ada di sekitar lokasi juga diperiksa.
“Kita masih melakukan identifikasi untuk menemukan ibu biologis sang bayi. Tim reskrim Polresta Banyuwangi juga sudah diterjunkan,” ujar Kapolsek Glagah AKP Edy Jaka Supaat.
Respons cepat Polsek Glagah tersebut mendapatkan apresiasi langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan. Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut. “Polri hadir untuk memberikan perlindungan, khususnya terhadap anak sebagai kelompok rentan. Kami memastikan bayi tersebut mendapatkan penanganan medis yang layak dan aman serta menjamin proses hukum berjalan secara profesional dan humanis,” cetusnya.
Kapolresta Rofiq menambahkan bahwa pihaknya telah memerintahkan Satreskrim Polresta Banyuwangi untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Hal itu guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran bayi tersebut.
“Kami akan mendalami kasus ini, termasuk menelusuri identitas orang tua bayi serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan perlindungan dan masa depan bayi tersebut,” imbuhnya.
Rofiq menegaskan, penanganan perkara dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Glagah bersama Satreskrim Polresta Banyuwangi. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau menemukan kejadian adanya insiden serupa. “Tentu peran aktif masyarakat ini diperlukan demi keselamatan dan perlindungan anak,” tegasnya.
Seperti diberitakan kemarin, warga Dusun Krajan, Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, digegerkan penemuan bayi pada Rabu (15/1) pukul 22.00. Bayi berkelamin laki-laki berusia 50 hari itu diletakkan di teras rumah seorang purnawirawan Polri, Sutikno. Kondisi bayi masih hidup dan saat ini dirawat di RSUD Blambangan.
Keberadaan bayi di teras tersebut kali pertama diketahui oleh anak Suktikno, Ferdy Tri Ananta, 18, saat pulang ke rumah. Malam itu Ferdy melihat sebuah kardus mi instan tergeletak di lantai teras rumah.
Awalnya Ferdy tidak curiga kardus tersebut berisi bayi. Dia langsung masuk ke rumah tanpa memeriksa isi kardus tersebut. Ketika kembali ke teras untuk mengerjakan tugas sekolah, Ferdy mendengar suara tangisan bayi dari dalam kardus.
Mendengar tangis bayi, Ferdy segera memberi tahu orang tuanya. Mendapat laporan dari anaknya, Sutikno langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Glagah. (rio/sgt)
Sumber: Jawa Pos Radar Banyuwangi








