Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Permintaan MinyaKita di Banyuwangi Naik 50%, Bulog Pastikan Stok Aman

permintaan-minyakita-di-banyuwangi-naik-50%,-bulog-pastikan-stok-aman
Permintaan MinyaKita di Banyuwangi Naik 50%, Bulog Pastikan Stok Aman

detik.com

Banyuwangi

Permintaan MinyaKita di Kabupaten Banyuwangi meningkat selama Ramadan. Berdasarkan catatan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Banyuwangi peningkatan permintaan mencapai 50% di mana sejak awal Ramadan Bulog telah mendistribusikan MinyaKita sebanyak 360.000 liter.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Banyuwangi Dwiana Puspitasari memastikan, tingginya permintaan tidak akan memicu kelangkaan lantaran ketersediaan cadangan MinyaKita di gudang Bulog Banyuwangi tersedia 38.000 liter. Bahkan, Bulog Banyuwangi akan kembali menerima pasokan MinyaKita sebanyak 100.000 liter.

“Permintaan mestinya naik ya, kalau diperkirakan ya bisa sampai 50% karena sekarang saja kita sudah menggelontorkan 360.000 liter itu baru dua bulan ini ya. Belum lagi dari distributor lainnya,” jelas Dwiana di gudang MinyaKita Bulog Banyuwangi, Kamis (26/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dwiana menjelaskan, di Banyuwangi distribusi dilakukan pada 108 kios dengan kapasitas bervariasi. Jumlah distribusi MinyaKita bergantung pada permintaan masing-masing kios dengan menyesuaikan kapasitas gudang dan perputaran barang (revolving). Menurutnya, setiap pasar memiliki kemampuan tampung berbeda.

“Contohnya di Pasar Banyuwangi Kota kapasitasnya per minggu 50 sampai 100 karton sesuai space gudang. Di Pasar Blambangan sekitar 75 sampai 100 karton. Berbeda lagi dengan KDMP karena kapasitas gudang dan revolving-nya lebih besar,” jelasnya.

Untuk mendapatkan MinyaKita dengan harga distributor, kios harus memenuhi persyaratan administrasi di antaranya harus memiliki NPWP dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan Diskopundag untuk memfasilitasi pedagang mengurus persyaratan NIB.

“Kita sudah bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan Perdagangan serta pelayanan satu atap untuk membantu percepatan pembuatan NIB. Nanti dijadwalkan di titik-titik pasar, pedagang yang berminat akan kita bimbing bersama Diskop untuk pendaftaran NIB melalui OSS,” jelasnya lebih lanjut.

Sementara itu, salah satu pemilik kios di pasar Blambangan Banyuwangi Ayu mengaku tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan MinyaKita. Selama Ramadhan Ayu menyebut ada peningkatan permintaan MinyaKita, namun jumlahnya tidak signifikan lantaran permintaan MinyaKita yang tinggi juga dipicu oleh harga yang lebih murah dibanding minyak goreng lainnya.

“Ada penambahan permintaan dari pembeli, tapi sebenarnya bukan hanya karena Ramadhan dan Idul fitri tapi karena memang murah harganya.

Ayu mengaku menjual MinyaKita di kiosnya dengan harga dibawah HET yakni sebesar Rp. 15.500 per liter, lebih rendah Rp. 200 dibanding HET.

Distribusi MinyaKita diawasi melalui sistem SIMIRAH. Setiap pengecer dan kios wajib memiliki akun dan email sehingga pemesanan serta stok dapat terpantau secara transparan melalui online. Per Januari 2026, seluruh distribusi MinyaKita yang legal melalui sinergi BUMN yakni Bulog, ID Food dan Agrinas Palma.

20D

(auh/abq)