KOMPAS.com – Proses pencarian terhadap Muhammad Dzikri Maulana (16), seorang remaja yang dilaporkan hilang saat mendaki di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, terpaksa dihentikan sementara pada Rabu (18/2/2026) petang.
Keputusan penghentian sementara ini diambil lantaran kondisi medan yang tidak memungkinkan akibat cuaca buruk dan minimnya pencahayaan di kawasan kawah.
“Kabut tebal dan gelap,” kata Kepala Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Rusdi Santoso, saat dikonfirmasi mengenai kendala di lapangan, Rabu.
Kondisi visual yang terbatas membuat seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR, mulai dari pihak keluarga, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), relawan pemandu, hingga tim SAR independen (BSI), ditarik mundur dari area pencarian demi keselamatan.
Rencananya, operasi pencarian skala besar dengan melibatkan personel tambahan dari Basarnas akan kembali dilanjutkan pada Kamis esok hari.
Baca juga: Pencarian Pendaki yang Hilang di TWA Kawah Ijen Terkendala Cuaca Buruk
Peristiwa bermula saat Muhammad Dzikri Maulana, warga Dusun Ampelgading, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, berangkat mendaki bersama empat orang rekannya dari pondok pesantren yang sama pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Dalam pendakian tersebut, rombongan terbagi menjadi dua kelompok:
- Kelompok Pertama: Dzikri bersama satu orang temannya mendaki didampingi oleh seorang pemandu (guide).
- Kelompok Kedua: Tiga rekan lainnya naik menggunakan fasilitas troli yang tersedia di TWA Kawah Ijen.
Setibanya di atas, kelima remaja tersebut sempat berkumpul dan beristirahat di area pertigaan jalur menuju kawah dan lokasi melihat matahari terbit (sunrise point). Namun, saat rombongan hendak melanjutkan aktivitas, Dzikri diketahui sudah tidak ada di lokasi.
“Berdasarkan kesaksian teman korban, korban sudah tidak ada ketika mereka selesai istirahat,” terang Rusdi.
Baca juga: Pendaki Hilang di TWA Kawah Ijen, Ini Identitas dan Kronologinya
Keluarga Baru Menyadari Saat Teman Korban Pulang
Ketidakberadaan Dzikri awalnya tidak langsung dilaporkan. Keempat teman korban tetap melanjutkan perjalanan turun dan tiba di area parkir Paltuding sekitar pukul 08.00 WIB.
Pihak keluarga baru menyadari Dzikri hilang setelah teman-teman korban sampai di rumah masing-masing tanpa kehadiran remaja berusia 16 tahun tersebut.
Khawatir, pihak keluarga kemudian mendatangi petugas di Paltuding sekitar pukul 10.00 WIB untuk menanyakan keberadaan korban.
“Upaya pencarian kemudian dilakukan namun hingga saat ini tanda-tanda keberadaan korban belum berhasil ditemukan,” ujar Rusdi.
Upaya Pencarian di Titik Terakhir
Hingga Rabu sore, tim gabungan sebenarnya telah berupaya menyisir area sunrise point yang diduga menjadi lokasi terakhir hilangnya korban. Kabar hilangnya pelajar asal Licin ini pun sempat viral melalui pesan berantai di media sosial dan grup percakapan warga.
Pesan tersebut meminta siapa pun yang melihat atau memiliki informasi terkait keberadaan Dzikri untuk segera menghubungi keluarga atau petugas setempat.
“Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tutup petikan pesan tersebut.
Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul Pencarian Pendaki yang Hilang di TWA Kawah Ijen Terkendala Cuaca Buruk
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang







