Pertahankan Budaya Jawa

0
178
TRADISI: Siswa berlatih seni karawitan memainkan tembang Jawa dengan gamelan lengkap di RSBI Genteng, Banyuwangi.

THINK Globaly, Act localy. Barang kali, etos kerja inilah yang diterapkan oleh lembaga SMPN 1 RSBI Genteng. Yaitu prinsip berpikir global tetapi tetap bertindak lokal dalam konteks kearifan budaya lokal. Aktivitas mempertahankan budaya Jawa (ngleluri budaya Jawi) terwujud dalam kegiatan karawitan yang masuk dalam pelajaran Bahasa Jawa. Para guru Bahasa Jawa dan seni budaya, menjadi pendamping secara total bagi anak-anak yang berbakat seni.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hasilnya, keterampilan anak menabuh gamelan dapat dipentaskan pada acara dies natalis sekolah, pelepasan kelas IX, berbagai momen penting lainnya. Mereka juga tampil dalam pembukaan pameran seni budaya se-Banyuwangi dalam ranah pergelaran wayang kulit bersama Ki Agus Sudiro Gondo Bawono, duet dalang Ki Sugiono, dan Ki Suhadi di acara Maulud di MAN Genteng.

Loading...

Mereka juga tampil bersama sastawan D. Zawawi Imron dalam peringatan Bulan Bahasa dengan tampilan dalang berbahasa Inggris. Bahkan sebentar lagi, mereka siap tampil di RRI Jember. Tak dinyana, grup Karawitan tersebut bisa menyabet juara I dan II dalam festival karawitan dan dalang muda se-Banyuwangi di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Sehingga tidak heran jika Mr. Jay, pengajar asing dari AS di MAN Genteng selalu ikut berlatih bersama anak-anak di gedung seni budaya SMPN 1 Genteng.

Mereka juga punya mars tersendiri. Isinya kurang lebih sebagai berikut. Seni karawitan siwi edi peni / seni karawitan siwi edi peni / ingkang mijil saking SMP Negeri siji / cancut tali wanda ngleluri budaya jawi / mugi tetepa lestari / SMP Negeri siji manunggal dadi sawiji / se- sepuhipun bapak Haji Saroni / kabudayan jawi seni edi peni / seni adiluhung tan ana kang nandingi.

Inilah tembang mars yang diciptakan oleh para pembina kebudayaan Jawa di SMPN 1 Genteng yakni Soeparno, Jumingan, Ponijo, dan Mas Iwan. Dan patut dibanggakan, sekolah ini memiliki pemain gendang cilik bernama Haris Nurrohman. ‘’Ternyata budaya Jawa dengan kuat, mampu membentuk budi pekerti luhur dan kehalu- san budi para siswa. Bahkan hal itu mampu menjadi benteng bagi tegak perilaku siswa yang positif,’’ ujar H Saroni, Kepala SMPN 1 Genteng. (radar)

Loading...