PN Sesalkan Insiden Pesilat Muncar

  • Bagikan

pnMUNCAR – Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa (PN) Banyuwangi menyesalkan kekerasan yang terjadi saat latihan di Pondok Pesantren Minhajut Thulab, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. Sebab, tamparan dan tendangan yang diterima Ma’rifatus Syifa, 14, warga Dusun Kabat Mantren, Desa Wringin Putih, Kecamatan Muncar, itu tidak sesuai Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PDPRT) lembaga di bawah bangunan Nahdhltul Ulama tersebut.

Sekretaris Umum PN Banyuwangi, Budi Santoso, mengaku terkejut saat mendengar peristiwa yang menimpa siswa kelas IX SMP itu. Sebab, organisasi sama sekali tidak pernah mengajarkan seperti yang dilakukan teman-teman korban itu. ‘’Kita sangat prihatin atas insiden itu,” ungkapnya saat ditemui di Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, kemarin. Dia mengakui mereka sebagai pesilat Pagar Nusa. Karena itu, dia merasa harus angkat suara.

‘’Ini pukulan berat bagi kita. Padahal, kita sudah mewanti-wanti agar tidak ada kekerasan dalam berlatih,’’ katanya. Menurut dia, pesilat Pagar Nusa bertugas mendidik warga agar bersikap disiplin. Selain itu, Pagar Nusa bertujuan mencetak bibit unggul di bidang atlet. ‘’Jadi, bukan untuk kekerasan. Kami turut prihatin sekali,” sesalnya. Pagar Nusa sudah mempunyai kode etik dalam berlatih, misalnya saat uji tanding harus menggunakan pelindung badan.

‘’Banyak prestasi yang sudah kita rengkuh,” ujar kepala sekolah SD  di Desa Gendoh, KecamatanSempu, itu. Pihaknya sudah krosceck mengenai kebenaran kabar yang melibatkan organisasinya itu. Hasilnya, ternyata insiden yang terjadi Senin malam lalu (13/5) itu memang benar. ‘’Saya harap ini yang terakhir. Jangan sampai terulang kembali,” harap Budi. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: