Potensi Swasembada Gula yang Terabaikan

0
401
OLEH: H.M. Arum Sabil, SP
OLEH:
H.M. Arum Sabil, SP

INDUSTRI gula merupakan kegiatan ekonomi yang terkait pemanfaatan sumber daya lokal dan masyarakat setempat. Kesenjangan sosial dan ketimpangan ekonomi yang merupakan masalah serius yang dihadapi Indonesia. Terjadinya perbedaan kemampuan antara usaha besar dengan usaha mikro, kecil, dan masyarakat sekitar apabila tidak diatasi akan mengancam peradaban kita sebagai bangsa yang berdaulat dan beradab.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Keberadaan pabrik gula (PG) dengan membangun sistem kemitraan saling menguntungkan dengan petani tebu diharapkan mampu memberikan peluang peningkatan kesejahteraan petani. Sebagai sebuah gambaran riil di Indonesia terdapat 62 PG yang tersebar di luar Jawa 14 PG dan yang tersebar di Pulau Jawa adalah 48 PG dengan total kapasitas terpasang tercatat pada tahun 2012 kurang lebih 213.038 TCD (inclusive).

Sementara luas areal tanaman tebu tahun 2012 kurang lebih 451.998 Ha. Estimasi produksi tebu pada tahun 2012 adalah 33.725.795 ton. Prakiraan produktivitas tebu 74,6 ton/ha dengan harapan rendemen yang dicapai 7,89 sehingga diharapkan produksi gula tahun 2012 paling tidak adalah kurang lebih 2.662.127 ton. Sementara perhitungan kebutuhan gula di Indonesia berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Sucofi ndo dan Susenas untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, warung, dan industri rumah tangga totalnya adalah 2.613.271 ton.

Apabila produksi gula nasional tahun 2012 sesuai dengan rencana maka Indonesia sudah mampu mencukupi kebutuhan konsumsi rumah tangga, warung, rumah makan, dan home industry. Namun, di sisi lain sesuai dengan hasil survai Sucofindo dan Surveyor Indonesia, ternyata Indonesia masih membutuhkan gula kristal rafi nasi sebanyak 2.161.937 ton untuk kepentingan industri kecil, industri menengah, dan besar. Sehingga total kebutuhan gula di Indonesia untuk konsumsi rumah tangga dan industri sesuai dengan hasil survei adalah 4.775.208 ton. Jika memang benar total kebutuhan gula nasional adalah 4.775.208 ton sesuai hasil survai Sucofi ndo/Susenas dan Surveyor Indonesia, maka masyarakat pergulaan Indonesia harus bekerja keras untuk mencapai swasembada gula yang berdaya saing.

Loading...

Namun, dari pengalaman kami di lapangan banyak persoalan-persoalan yang terkait dengan maraknya gula selundupan dan peredaran gula rafi nasi ilegal serta persoalan serius yang terkait dengan on farm dan off farm yang terabaikan, bahkan cenderung terjadi pembiaran dan penelantaran. Gula selundupan yang mulai banyak beredar di wilayah-wilayah perbatasan di luar pulau Jawa sudah mulai merambah ke daerah-daerah yang menjadi sentra distribusi gula lokal. Gula rafi nasi yang seharusnya hanya untuk kepentingan industri makanan dan minuman juga sudah mendominasi pasar tradisional maupun modern di sebagian besar kota-kota dan pedesaan luar pulau Jawa.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2