Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Profil Lengkap Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Resmi Jadi Deputi Gubernur BI 2026–2031

profil-lengkap-thomas-djiwandono,-keponakan-prabowo-yang-resmi-jadi-deputi-gubernur-bi-2026–2031
Profil Lengkap Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Resmi Jadi Deputi Gubernur BI 2026–2031

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nama Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono menjadi perbincangan nasional setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi memilihnya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Keputusan tersebut diambil dalam rapat internal Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026), melalui mekanisme musyawarah mufakat.

Terpilihnya Thomas Djiwandono—akrab disapa Tommy—menuai respons beragam. Di satu sisi, rekam jejak profesionalnya dinilai mumpuni.

Namun di sisi lain, kedekatan keluarga dengan Presiden Prabowo Subianto memunculkan kekhawatiran sebagian publik terkait independensi bank sentral.

Latar Belakang dan Pendidikan Global

Thomas Djiwandono lahir di Jakarta, 7 Mei 1972. Ia menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat.

Gelar Sarjana (BA) Sejarah diraihnya dari Haverford College, sebelum melanjutkan studi Magister (MA) Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional di Johns Hopkins University.

Latar pendidikan tersebut membentuk perspektif Thomas yang kuat dalam membaca dinamika ekonomi global, geopolitik, serta hubungan antara kebijakan fiskal dan moneter.

Karier Panjang di Dunia Bisnis dan Pemerintahan

Sebelum masuk ke lingkar pemerintahan, Thomas lebih dahulu malang melintang di sektor profesional.

Ia pernah bekerja sebagai analis keuangan dan konsultan di berbagai institusi, baik di Hong Kong maupun Indonesia.

Di sektor korporasi, Thomas menjabat Direktur Pengembangan Bisnis PT Comexindo International (2004–2008), sebelum dipercaya menjadi Chief Executive Officer (CEO) perusahaan tersebut pada periode 2010–2024. Selain itu, ia juga menduduki posisi Deputy CEO Arsari Group selama 2011–2024.

Jejak politiknya dimulai ketika ia dipercaya menjadi Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2014. Namun, jabatan itu dilepas seiring peralihannya ke posisi strategis di pemerintahan.

Pada 18 Juli 2024, Thomas diangkat sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).

Sumber: jawapos.com, disarikan dari berbagai sumber


Page 2

Thomas sendiri menegaskan komitmennya menjaga independensi BI. Ia mengungkapkan telah mundur dari jabatan Bendahara Umum Gerindra sejak Maret 2025, dan secara resmi keluar dari keanggotaan partai pada 31 Desember 2025.

“Resmi dari surat pengunduran diri saya dan dari DPP Gerindra,” kata Thomas usai menjalani fit and proper test.

Ia bahkan menunjukkan langsung surat pengunduran diri tersebut kepada Komisi XI DPR RI sebagai bukti kepatuhan terhadap aturan bank sentral.

Visi Ekonomi ke Depan

Dalam paparannya di DPR, Thomas menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi negara maju pada 2045, asalkan seluruh mesin pertumbuhan bergerak serempak.

“Fiskal, moneter, sektor keuangan, dan iklim investasi harus bergerak bersama. Dengan begitu pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan bisa tercapai,” ujarnya.

Thomas juga menekankan tiga pilar utama menuju negara maju, yakni pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan stabilitas nasional.

Kini, publik menanti bagaimana Thomas Djiwandono akan menjalankan perannya di Dewan Gubernur Bank Indonesia, di tengah ekspektasi besar terhadap stabilitas ekonomi nasional dan tantangan global yang terus berubah. (*)

Sumber: jawapos.com, disarikan dari berbagai sumber


Page 3

Kariernya terus menanjak ketika ia dilantik sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK ex-officio dari Kementerian Keuangan pada 6 Februari 2025.

Resmi Jadi Deputi Gubernur BI

Puncak perjalanan karier Thomas terjadi pada awal 2026. Setelah mengikuti fit and proper test bersama dua kandidat lainnya—Dicky Kartikoyono dan Solikin M. Juhro—Komisi XI DPR RI menetapkan Thomas sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri.

Masa jabatan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI ditetapkan untuk periode 2026–2031, setelah disahkan melalui rapat paripurna DPR RI.

Jejak Keluarga Ekonomi Nasional

Thomas Djiwandono bukan nama asing dalam sejarah ekonomi Indonesia.

Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, merupakan Gubernur Bank Indonesia periode 1993–1998, yang kemudian berkarier sebagai akademisi di Nanyang Technological University, Singapura.

Ibunya, Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo, adalah kakak kandung Presiden Prabowo Subianto, menjadikan Thomas sebagai keponakan orang nomor satu di Indonesia.

Lebih jauh lagi, Thomas merupakan cicit dari R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) 46, salah satu tonggak sistem perbankan nasional.

Pro dan Kontra Independensi BI

Penunjukan Thomas memicu perdebatan publik. Kekhawatiran utama berkisar pada potensi terganggunya independensi Bank Indonesia, mengingat kedekatan keluarga dengan Presiden.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah meminta publik melihat penunjukan ini secara proporsional.

“Melihat latar belakang Pak Thomas Djiwandono, dia sebenarnya expert-nya lebih di moneter daripada fiskal. Terlepas dari hubungan keluarga, dia sosok yang berhak menduduki jabatan Deputi BI,” ujar Said.

Menurut Said, UU Bank Indonesia dan UU P2SK telah mengatur independensi BI secara sangat ketat. Selain itu, kepemimpinan BI bersifat kolektif kolegial, bukan keputusan satu orang.

Mundur dari Gerindra demi Jaga Independensi

Sumber: jawapos.com, disarikan dari berbagai sumber