sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyuwangi terus diperluas. Tidak lagi hanya menyasar peserta didik, program unggulan pemerintah tersebut kini mulai menjangkau kelompok B3, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), serta anak bawah lima tahun (balita), khususnya balita non-PAUD.
Perluasan sasaran MBG ini telah dijalankan melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Bumi Blambangan.
Salah satunya adalah dapur SPPG Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, yang kini menjadi titik distribusi utama MBG untuk kelompok B3.
Kepala dapur SPPG Kelurahan Kebalenan, Gibran Nashif, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG untuk kelompok B3 telah memasuki pekan kedua. Program tersebut berjalan secara rutin dengan jadwal distribusi dua kali dalam sepekan.
“Untuk MBG B3 di dapur SPPG Kebalenan sudah berjalan minggu kedua. Pengiriman dilakukan setiap Senin dan Kamis,” ujar Gibran.
Ia menjelaskan, mekanisme pendistribusian MBG B3 dilakukan dengan sistem pengiriman paket makanan dan bahan kering sebagai cadangan.
Pada hari Senin, setiap penerima manfaat mendapatkan satu ompreng makanan siap santap serta dua paket bahan makanan kering yang dapat dikonsumsi untuk Selasa dan Rabu.
Sementara itu, pada pengiriman hari Kamis, penerima kembali mendapatkan satu ompreng makanan siap santap ditambah dua paket bahan makanan kering sebagai cadangan untuk kebutuhan Jumat dan Sabtu.
Skema tersebut diterapkan untuk memastikan kebutuhan gizi penerima tetap terpenuhi secara berkelanjutan meski distribusi tidak dilakukan setiap hari.
“Distribusi MBG B3 dilakukan terpusat di satu tempat, yakni di SPPG Kelurahan Kebalenan. Selanjutnya, makanan tersebut dikirimkan oleh kader posyandu kepada para penerima,” jelasnya.
Gibran menambahkan, para kader posyandu yang bertugas mengantarkan paket MBG ke rumah penerima manfaat juga mendapatkan insentif. Pembayaran jasa pengantaran dilakukan secara berkala setiap dua minggu sekali.
Saat ini, dapur SPPG Kelurahan Kebalenan melayani sebanyak 459 penerima manfaat MBG B3. Jumlah tersebut terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD yang tersebar di wilayah Kelurahan Kebalenan dan sekitarnya.
Menurut Gibran, menu MBG untuk kelompok B3 dirancang berbeda dengan menu MBG yang diberikan kepada siswa sekolah. Penyesuaian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi spesifik setiap kelompok penerima.
“Menu MBG untuk B3 berbeda dengan murid sekolah. Ada minuman khusus untuk ibu menyusui serta menu yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing penerima,” ungkapnya.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyuwangi terus diperluas. Tidak lagi hanya menyasar peserta didik, program unggulan pemerintah tersebut kini mulai menjangkau kelompok B3, yakni ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), serta anak bawah lima tahun (balita), khususnya balita non-PAUD.
Perluasan sasaran MBG ini telah dijalankan melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di Bumi Blambangan.
Salah satunya adalah dapur SPPG Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, yang kini menjadi titik distribusi utama MBG untuk kelompok B3.
Kepala dapur SPPG Kelurahan Kebalenan, Gibran Nashif, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG untuk kelompok B3 telah memasuki pekan kedua. Program tersebut berjalan secara rutin dengan jadwal distribusi dua kali dalam sepekan.
“Untuk MBG B3 di dapur SPPG Kebalenan sudah berjalan minggu kedua. Pengiriman dilakukan setiap Senin dan Kamis,” ujar Gibran.
Ia menjelaskan, mekanisme pendistribusian MBG B3 dilakukan dengan sistem pengiriman paket makanan dan bahan kering sebagai cadangan.
Pada hari Senin, setiap penerima manfaat mendapatkan satu ompreng makanan siap santap serta dua paket bahan makanan kering yang dapat dikonsumsi untuk Selasa dan Rabu.
Sementara itu, pada pengiriman hari Kamis, penerima kembali mendapatkan satu ompreng makanan siap santap ditambah dua paket bahan makanan kering sebagai cadangan untuk kebutuhan Jumat dan Sabtu.
Skema tersebut diterapkan untuk memastikan kebutuhan gizi penerima tetap terpenuhi secara berkelanjutan meski distribusi tidak dilakukan setiap hari.
“Distribusi MBG B3 dilakukan terpusat di satu tempat, yakni di SPPG Kelurahan Kebalenan. Selanjutnya, makanan tersebut dikirimkan oleh kader posyandu kepada para penerima,” jelasnya.
Gibran menambahkan, para kader posyandu yang bertugas mengantarkan paket MBG ke rumah penerima manfaat juga mendapatkan insentif. Pembayaran jasa pengantaran dilakukan secara berkala setiap dua minggu sekali.
Saat ini, dapur SPPG Kelurahan Kebalenan melayani sebanyak 459 penerima manfaat MBG B3. Jumlah tersebut terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD yang tersebar di wilayah Kelurahan Kebalenan dan sekitarnya.
Menurut Gibran, menu MBG untuk kelompok B3 dirancang berbeda dengan menu MBG yang diberikan kepada siswa sekolah. Penyesuaian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi spesifik setiap kelompok penerima.
“Menu MBG untuk B3 berbeda dengan murid sekolah. Ada minuman khusus untuk ibu menyusui serta menu yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing penerima,” ungkapnya.







