Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Terus Berjalan, Crane Angkat Lempengan Besi dari Dasar Selat Bali

pengangkatan-bangkai-kmp-tunu-pratama-jaya-terus-berjalan,-crane-angkat-lempengan-besi-dari-dasar-selat-bali
Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Terus Berjalan, Crane Angkat Lempengan Besi dari Dasar Selat Bali

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali masih terus berlangsung.

Hingga Rabu (28/1), aktivitas kapal crane yang berada tepat di atas titik tenggelamnya kapal tersebut tampak mulai membuahkan hasil.

Beberapa lempengan besi yang diduga kuat merupakan bagian dari badan kapal berhasil diangkat ke permukaan.

Pantauan langsung Radar Banyuwangi di lokasi menunjukkan kapal crane BC Pioner 88 masih aktif beroperasi di area evakuasi.

Kapal berbobot 2.256 GT (Gross Tonnage) tersebut terlihat menggunakan capit crane untuk mengangkat potongan-potongan besi dari dasar laut Selat Bali.

Dengan menyewa kapal nelayan bermesin diesel, wartawan Radar Banyuwangi bersama fotografer mencoba mendekati lokasi operasi pengangkatan pada Rabu siang (28/1).

Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal. Kapal nelayan tidak diperkenankan mendekat ke area operasi crane.

Radar Banyuwangi hanya mampu mengambil gambar dari jarak sekitar 400 meter dari posisi kapal crane.

Rupanya, pihak pelaksana evakuasi telah memasang tanda larangan mendekat di sekitar lokasi.

Tanda berwarna merah tersebut dipasang sebagai penanda radius aman, sehingga hanya kapal berkepentingan yang diizinkan berada di area pengangkatan.

“Kami tidak bisa mengambil gambar potongan kapal yang diangkat. Ada tanda larangan supaya tidak mendekat,” ujar Ramada Kusuma, fotografer Radar Banyuwangi yang ikut dalam peliputan di laut.

Di sekitar kapal crane tampak sejumlah pelampung (buoy) yang dipasang mengelilingi lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

Selain menandai posisi bangkai kapal, pelampung tersebut juga berfungsi sebagai batas aman bagi kapal lain yang melintas di jalur pelayaran Selat Bali yang dikenal cukup padat.

Dari kejauhan terlihat capit crane mengangkat beberapa lempengan besi berukuran besar.


Page 2


Page 3

Lempengan tersebut diduga merupakan bagian dari struktur badan KMP Tunu Pratama Jaya yang telah berada di dasar laut sejak peristiwa tenggelamnya kapal tersebut.

Sebelumnya, perwakilan perusahaan pengangkat bangkai kapal menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan metode cut and grab.

Dalam sistem ini, bangkai kapal tidak diangkat secara utuh, melainkan dipotong menjadi beberapa bagian di dasar laut untuk memudahkan proses pengangkatan.

“Bangkai kapal dijagal di dasar laut, lalu potongannya diangkat ke atas kapal crane,” ungkap sumber internal yang mengetahui proses tersebut.

Potongan-potongan kapal yang berhasil diangkat selanjutnya akan diletakkan di atas crane bar.

Apabila kapasitas crane bar tidak mencukupi, perusahaan pelaksana akan menambah armada berupa kapal tongkang untuk menampung potongan bangkai kapal.

Menurut sumber tersebut, proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya diperkirakan memakan waktu cukup panjang.

Seluruh rangkaian pengangkatan potongan kapal bisa berlangsung hingga satu bulan, sebelum semua bagian kapal berhasil dievakuasi dari dasar laut Selat Bali.

Kasatpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Muhammad Wahyudi membenarkan bahwa kapal crane telah berada di titik tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

Namun hingga kemarin, proses pengangkatan secara menyeluruh masih dalam tahap awal.

“Untuk saat ini kapal crane sudah standby. Pengamanan dilakukan Polairud dengan patroli rutin di sekitar lokasi pengoperasian crane,” ujarnya.

Kompol Wahyudi menambahkan, pengawasan teknis terkait pengangkatan bangkai kapal sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi.

Termasuk di dalamnya aspek keselamatan pelayaran, perizinan kapal, hingga urusan asuransi.

“Pengawasan pengangkatan berada di tangan KSOP Tanjungwangi, termasuk yang berkaitan dengan kapal dan asuransi,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Cabang PT Raputra Jaya Cabang Banyuwangi, Delnov Nababan, membenarkan adanya aktivitas kapal crane yang melakukan upaya pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya.