sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen terus dikebut. Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut ditargetkan dapat dioperasikan secara fungsional untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Maret mendatang.
Tol ini diharapkan menjadi jalur alternatif utama guna mengurai kepadatan lalu lintas di jalur arteri dan jalan nasional yang selama ini kerap mengalami kemacetan parah, khususnya pada musim libur panjang dan arus mudik Lebaran.
Selain memangkas waktu tempuh, kehadiran tol ini juga diproyeksikan memperkuat konektivitas wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum (PU), progres konstruksi Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 yang berlokasi di Bawen, Kabupaten Semarang, telah mencapai 88,018 persen hingga Desember 2025.
Ruas sepanjang 4,98 kilometer tersebut kini menjadi fokus utama percepatan agar dapat difungsionalkan tepat waktu menjelang Lebaran 2026.
Seksi 6 Bawen–Ambarawa dinilai krusial karena berada di kawasan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.
Jalur ini diharapkan mampu menjadi alternatif baru bagi pengguna jalan yang selama ini bergantung pada jalur nasional dan jalan arteri di wilayah Kabupaten Semarang dan sekitarnya.
Seiring semakin dekatnya Idul Fitri 1447 H, pengerjaan di lapangan kini memasuki tahap akhir.
Fokus pekerjaan meliputi perkerasan jalan, penyempurnaan struktur jembatan, serta pemasangan fasilitas keselamatan jalan seperti rambu, marka, dan perlengkapan pengaman lainnya agar pemudik dapat melintas dengan aman dan nyaman.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen masih berjalan sesuai rencana. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui pada 8 Januari 2026.
“Masih berproses, enggak ada masalah. Detailnya mesti nanya ke kepala balainya dulu. Targetnya sih 2026 nih harusnya sudah bisa selesai ya,” ujar Dody Hanggodo, dikutip pada 11 Januari 2026.
Menurut Dody, keberadaan Tol Yogyakarta–Bawen memiliki peran strategis karena menjadi jalur penghubung langsung menuju Yogyakarta, daerah tujuan utama wisata dan pendidikan yang kerap mengalami lonjakan arus kendaraan saat musim liburan panjang.
“Karena itu salah satu infrastruktur utama ya. Utamanya pada saat nanti kalau sudah mulai masuk musim liburan,” tegasnya.
Pengoperasian tol ini diyakini tidak hanya akan memperlancar arus mudik dan balik Lebaran, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan ekonomi regional.
Page 2
Dukungan pengamanan juga datang dari Jasa Raharja yang memastikan kesiapan sinergi dengan kepolisian dan pengelola tol guna menekan risiko kecelakaan selama masa mudik dan balik Lebaran 2026.
Pemudik diimbau untuk mematuhi seluruh instruksi petugas serta rambu lalu lintas demi perjalanan yang aman dan tertib.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menegaskan bahwa tol fungsional hanya akan dibuka apabila seluruh standar keselamatan telah terpenuhi.
Evaluasi menyeluruh akan dilakukan sebelum tol benar-benar digunakan oleh masyarakat.
Selain Tol Yogyakarta–Bawen, Jasa Marga juga menyiapkan tiga ruas tol lain yang akan difungsionalkan saat Lebaran 2026.
Ruas pertama adalah Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan sepanjang 62 kilometer, dengan rencana pengoperasian fungsional mencapai 54,75 kilometer.
Ruas kedua adalah Tol Yogyakarta–Solo dengan tambahan segmen Prambanan–Purwomartani atau Kalasan sepanjang 12,23 kilometer. Ruas ketiga adalah Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap I segmen Probolinggo–Besuki sepanjang 49,68 kilometer.
Sementara itu, Tol Yogyakarta–Bawen menjadi ruas keempat yang akan dioperasikan secara fungsional, dengan total panjang koridor mencapai 75,82 kilometer.
Pembukaan Seksi Bawen–Ambarawa sepanjang 4,98 kilometer diharapkan mampu mengurangi kemacetan di titik-titik rawan padat lalu lintas.
Informasi kesiapan empat ruas tol tersebut disampaikan Direktur Utama Jasa Marga dalam acara Mudik Outlook 2026 yang digelar di Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Rivan menegaskan, kesiapan tol fungsional ini merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama masa Idul Fitri 2026. (*)
Page 3
Akses yang lebih baik diharapkan mendorong pengembangan kawasan, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta memperlancar distribusi logistik di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan.
Meski demikian, pengoperasian secara fungsional tetap akan memperhatikan hasil evaluasi teknis dan kesiapan infrastruktur di lapangan.
Pemerintah menegaskan bahwa aspek keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama sebelum tol difungsikan.
Dari sisi pengamanan dan rekayasa lalu lintas, Kepolisian Republik Indonesia memastikan pengoperasian Tol Yogyakarta–Bawen selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 bersifat terbatas.
Kepastian tersebut diberikan setelah Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum bersama pihak terkait melakukan peninjauan langsung kesiapan tol pada Jumat, 23 Januari 2026.
Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa pembukaan tol fungsional dilakukan secara situasional dan menyesuaikan kondisi arus lalu lintas di jalur utama Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Tol ini dibuka untuk membantu mengurangi kemacetan, tetapi pengoperasiannya tetap di bawah pengawasan petugas di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Tol Yogyakarta–Bawen akan menjadi jalur alternatif bagi kendaraan dari arah Jakarta dan Semarang menuju Solo dan Yogyakarta, sehingga beban jalur nasional dapat berkurang secara signifikan.
Dalam penerapannya, kepolisian akan memberlakukan sejumlah aturan, mulai dari pengaturan waktu operasional, pembatasan jenis kendaraan tertentu, hingga penyesuaian kecepatan maksimal.
Selain itu, rekayasa lalu lintas seperti pengalihan arus, penggunaan jalur arteri, serta penerapan sistem one way dan contraflow juga akan dilakukan sesuai situasi di lapangan.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyampaikan bahwa progres pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 (Bawen–Ambarawa) telah mencapai sekitar 90 persen.
“Secara struktur, pekerjaan utama telah selesai. Tinggal penyempurnaan pada pekerjaan at grade agar tol bisa digunakan secara fungsional saat Lebaran,” jelas Rivan.
Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, Jasa Marga juga menyiapkan perangkat pemantau lalu lintas seperti radar dan traffic counting guna memantau jumlah kendaraan yang masuk dan keluar ruas tol.
Menurut Rivan, keselamatan pengguna jalan tetap menjadi perhatian utama.
“Tol ini membantu akses ke wilayah Ambarawa, Temanggung, dan Magelang, tetapi tetap harus memenuhi aspek laik operasi,” ujarnya.







