Puasa dan Kesehatan Sosial

  • Bagikan

puasadanTOM BRANZ dari sekolah Kolumbia di Amerika bercerita pada sebuah surat kabar, “Sungguh aku menganggap puasa sebagai latihan rohani, dan ia melebihi latihan badan. Meskipun aku memulai puasa dengan tujuan mengurangi berat badan yang berlebih, namun aku merasakan bahwa puasa sangat bermanfaat untuk menyalakan cahaya hati. Puasa mampu membantu melahirkan cahaya pandang yang jernih terhadap segala masalah.

Dengan berpuasa, aku mampu melahirkan ide-ide baru dan bisa mengonsentrasikan perasaan……… Di tengah-tengah melaksanakan puasa, aku merasa ada keharmonisan yang indah bersama semua orang. Aku merasa berada pada situasi yang membuatku damai bersama jiwa dan segenap alam semesta.” Kisah Tom Branz mengilhami kita akan pentingnya berpuasa, bukan hanya untuk menahan lapar dan dahaga belaka. Justru, ada misi sosial yang patut diraih pula.

Di bulan Ramadan ini, adalah bulan tarbiyah bagi umat Islam yang penuh mau’idhoh hasanah dan hikmah. Samudera mau’idhoh hasanah dan hikmah yang tidak akan kering meskipun dikuras oleh umat Islam sepanjang zaman. Adalah hati yang ada di dalam dada inilah yang mendapatkan tarbiyah selama sebulan penuh agar menyadari bahwa dirinya hanyalah seorang hamba yang mestinya amat merasa bahagia ketika Tuhannya menawarkan posisi tertinggi bagi dirinya.

Untuk menjadi orang yang bertakwa dengan melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadan yang pada saatnya kelak dibalas dengan surga Puasa di bulan Ramadan men jadikan rohani kita sehat. Da lam rohani yang sehat ada do rongan kuat untuk makan mi num yang halal dan thayyib, me ngingat dan merasakan pen deritaan orang lain yang merasakan lapar dan haus, serta memberikan pengalaman ke pada kita bagaimana be ratnya penderitaan yang di rasakan orang lain.

Sebab, pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhirhanya dengan beberapa jam. Sementara penderitaan orang lain entah kapan akan be rakhir. Dari sini, puasa akan menumbuhkan dan me mantap kan rasa solidaritas atau ke pekaan sosial kita. Oleh karena itu, sebagai perwu judan dari rasa solidaritas atau kepekaan sosial itu, sebelum Ramadan berakhir, kita di wajibkan untuk menunaikan zakat fi trah agar setahap demi setahap kita bisa mengatasi per soalan-persoalan umat yang men derita. Bahkan, zakat itu tidak hanya bagi kepentingan orang yang miskin dan menderita, tapi juga bagi kita yang mengeluarkannya agar kotoran jiwa kita sirna yang berkaitan dengan harta seperti gila harta, kikir dan sebagainya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: