Puskesmas Sepanjang Kurang Dokter

0
1065

GLENMORE – Warga Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, memprotes mutasi Kepala Puskesmas Sepanjang, dr. Bambang Hariyono. Mereka beralasan, hengkangnya dokter itu menyebabkan puskesmas yang memiliki ruang rawat inap itu kekurangan dokter. Padahal, selama ini pasien rawat inap di Puskesmas Sepanjang banyak.

Setiap hari rata-rata ada saja pasien yang harus dirawat. “Kalau dokternya kurang, bagaimana perawatan pasien di puskesmas,” cetus Kepala Desa (Kades) Sepanjang, Rojikin. Puskesmas Sepanjang itu sebelumnya memiliki tiga tenaga dokter, yakni dua dokter umum, dr. Bambang Haryono dan dr. Diana.

Satu dokter lagi adalah drg. Agnes. “dr. Diana itu statusnya masih PTT,” ungkapnya. Menurut Kades Rojikin, dr. Bambang yang dimutasi ke Puskesmas Tulungrejo, Kecamatan Glenmore. Sedangkan Puskesmas Sepanjang ada pengganti, yakni Aries Prasetyo yang juga ditunjuk menjadi Plt. Kepala Puskesmas Sepanjang.

“Penggantinya ini bukan dokter,” cetusnya. Rojikin mengaku diwaduli warga terkait mutasi kepala Puskesmas itu. Mereka beranggapan, dengan kurangnya tenaga dokter bisa mengganggu pelayanan pada pasien yang menjalani rawat inap . “Kalau penggantinya juga dokter, itu tidak masalah,” ungkapnya.

Secara pribadi, Rojikin menyatakan pemindahan dr. Bambang disayangkan. Sebab, Puskesmas Sepanjang merupakan salah satu Puskesmas rawat inap yang cukup ramai dan membutuhkan tambahan dokter dan ruang. Tapi yang terjadi, dokter yang ada malah dikurangi.

“Puskesmas Sepanjang perlu dikembangkan lagi, ini tentu butuh tenaga dokter,” katanya. Saat dikonfirmasi, dr. Bambang Hariyono, mengatakan Puskesmas Sepanjang secara kuantitatif memang memerlukan tambahan ruang untuk penginapan pasien.

Hanya saja, karena terbatasnya anggaran untuk ruangan masih bisa disiasati. “Untuk tenaga dokter memang perlu ditambah,” cetusnya. Bambang mengaku tidak masalah dirinya dipindah ke Puskesmas lain. Pihaknya berharap, penggantinya itu bisa melayani masyarakat dengan baik.

“Saya pernah beberapa kali menolak pasien yang masih bisa dirawat di Puskesmas, tapi ingin dirawat di rumah sakit, masak sakit flu saja ingin dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya. Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi, dr. Widji Lestariono, saat dikonfirmasi mengatakan perpindahan tenaga dokter di Puskesmas Sepanjang, ini murni untuk penyegaran pegawai.

“Mutasi itu sudah biasa, untuk penyegaran,” dalihnya. Mengenai kekurangan tenaga dokter di Puskesmas Sepanjang, dr. Rio, sapaan dr. Widji Lestariono, itu menyampaikan ke depan bisa disiasati dengan penambahan dokter dari Puskesmas lainnya. “Yang mengganti memang bukan dokter, tapi terkait kekurangan itu bisa diatasi dengan penambahan dokter dari puskesmas lain,” cetusnya. (radar)