Raih Suara Terbanyak, Mbak Nik Gagal Jadi Ketua

0
511

Sekadar diketahui, Mafrochatin telah dua periode menjabat sebagai ketua PC Fatayat NU Banyuwangi. “Aneh sekali. Tahun 2015 pada kongres di Surabaya tidak disinggung  periodeisasi sama sekali. Tetapi, PW malah mengacu peraturan 2010. Padahal, pada  peraturan yang terbaru secara eksplisit disebutkan  syarat menjadi ketua adalah minimal mengantongi 50 suara,” ujar Umaroh, ketua PAC Fatayat Banyuwangi.

Dalam pemilihan tersebut, Mafrochatin Ni’mah mendapatkan 234 suara. Dia mengungguli dua lawannya, yakni Atiqoh Hamid dan Mariyana, yang masing-masing menghimpun 12 dan 16 suara. Demi menyelesaikan sengketa tersebut, peserta berinisiatif mengadakan mediasi dengan PW Fatayat Jatim.

Mereka diberi dua opsi, yakni melakukan pemilihan ulang atau mengangkat calon ketua yang mendapat suara kedua terbanyak. Akhirnya, melalui musyawarah tersebut disepakati, Maryana, yang memperoleh suara kedua terbanyak menjadi ketua PC Fatayat NU Banyuwangi lima tahun ke depan.

Mafrochatin Ni’mah saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi menyatakan dirinya mengaku legawa dan meminta semua peserta menerima kepemimpinan Maryana. “Demi soliditas dan kemaslahatan kita harus berbesar hati. Apalagi, ini adalah organisasi dakwah yang esensinya adalah keikhlasan. Semoga ke depan Fatayat lebih baik lagi,” tandas wanita yang akrab disapa Mbak Nik itu. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2