Raih Tiga Gelar Juara berkat Sanggul Barong

0
2080

Saat dipakai, Olivia pun terlihat anggun. Berlenggok-lenggok di hari H, menyusuri jalanan kota di tengah terik matahari, seolah tidak terasa lelah. Sebab, kreasi remaja kelahiran Banyuwangi 17 September 1998 itu membuat namanya berkibar. Dia pun dianugerahi gelar the best kostum da lam pawai karnaval Agustus tersebut. Prestasi itu juga mengangkat nama SMA 1 Banyuwangi. Prestasi yang dicapai Olivia itu semakin menegaskan bakat yang dia miliki. Nah, ter nyata kostum tersebut juga menyabet dua prestasi prestisius di ajang berbeda.

Pertama adalah lomba kebaya Jawa Timur di Pacet, Mojokerto. Dia berhasil menahbiskan dirinya sebagai juara umum. Yang kedua adalah lomba busana di Bondowoso. Olivia memastikan gelar the best kostum extravaganza. Dia tetap me ngusung batik dan barong sebagai ornamen utama. Dua juara itu diraih ha nya dengan memodifi kasi sanggul yang di pakai. “Kostumnya sama, cuma sanggul yang berbeda,” bebernya.

Meski mampu berjaya di tiga kompetisi berbeda, Olivia bukan tanpa kesulitan. Dia mengaku, tidak mudah tampil prima di depan banyak mata. Bahkan, dia kerap gugup saat akan berlenggak-lenggok di atas catwalk. Beruntung ilmu yang diperolehnya dari kursus modeling selama enam bulan cukup membantu dirinya. Prestasi itulah yang membawanya ke Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2013 lalu.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | Next → | Last

Baca :
Pascabom Bunuh Diri di Medan, Polisi Perketat Penjagaan Pelabuhan Banyuwangi